Krisis Iklim, Pulau Kecil Terancam Tenggelam

dcim/100media/dji 1078.jpg

Foto: pulau terluar Indonesia yang terancam tenggelam (ASA Indonesia/Rahman G.S.Y)

Jakarta — Kawasan Indonesia bagian Timur merupakan wajah negara kepulauan dan hotspot keanekaragaman hayati. Krisis iklim telah mengganggu kehidupan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di kawasan Indonesia bagian timur. Krisis iklim mengakibatkan kenaikan muka air laut, pemutihan karang, anomali cuaca, serta abrasi pantai.

“Krisis iklim apa sih dampaknya? Seperti karang memutih yang saya temukan di Kabupaten Bulukumba, Pulau Liukangloe,” ujar Direktur Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Nirwan Dessibali, dalam webinar Ancaman di Kawasan Timur Indonesia; Solusi Adaptasi & Mitigasi Krisis Iklim, Kamis (18/9/2025)  sebagaimana dikutip dari Kompas.com

Kenaikan muka air laut mengakibatkan banjir terjadi di Pulau Langkai — di gugusan Kepulauan Spermonde, perairan Selat Makassar — dalam tiga tahun terakhir.  Kasus banjir tersebut juga merupakan contoh dampak abrasi di pulau-pulau kecil. “Di dalam Pulau Langkai sudah terjadi banjir. Ini terjadi di musim-musim tertentu, khususnya di puncak musim barat ataupun puncak musim timur. Pulau kecil tenggelam (di kawasan Indonesia bagian timur juga) sudah banyak, ratusan,” tutur Nirwan.

Selain  Pulau Langkai, Nasib serupa juga dialami warga di Pulau Lae-Lae Kec, Ujungpadang Kota Makassar. Sejak beberapa tahun terakhir ini cuaca sulit di prediksi. Namun ancaman yang paling mengkhawatirkan adalah curah hujan yang sewaktu waktu bisa datang disertai angin kencang yang mengakibatkan  banjir hingga air laut masuk ke pemukiman warga.

‘’Tanggul kami di arah bagian barat sudah tidak berfungsi lagi. Sedikit saja hujan langsung banjir,’’ Ujar Dg Intan saat dihubungi via telpon oleh tim ASA Indonesia.ID.

Dg Intan menjelaskan  selain tanggung yang sudah rusak juga diperparah dengan dampak adanya proyek  reklamasi sepanjang Pantai Losari oleh PT Yasmin melalui proyek CPI.  ‘’Kami warga menolak proyek tersebut, tapi pemerintah tetap membiarkan,’’ ujarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top