Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu memberi sindiran tajam kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang tiba-tiba menyebut Kereta Whoosh busuk sejak awal.
Menurut Said Didu, seperti dikutip dalam kanal you tube Abraham Samad Speak UP, pernyataan Luhut sesungguhnya sangat aneh dan memperlihatkan sikap seperti orang yang hendak lari dari tanggungjawab atau ‘’cuci tangan’’ sekaligus ingin melimpahkan kesalahan semua ditanggung Jokowi. Pada hal publik tahu betul, proses awal lahirnya proyek KCJB tersebut tidak lepas dari campur tangan Luhut, Rini Suandi dan Budi Karya.

Belakangan ini keberadaan proyek KCJB atau Whoosh memang lagi ramai diperbincangkan publik. Bahkan Prof. Mahfud menyebut kuat dugaan terjadi praktik korupsi di dalamnya, sehingga bagi Mahfud seharusnya aparat menegak hukum segera mengusut pihak-pihak yang diduga sebagai actor yang terlibat dalam proyek KCJB tersebut. Sementara, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui sejak awal proyek KCJB sudah bermasalah. Bahkan saat dirinya diminta menjabat Ketua Komite KCJB, proyeknya sudah dalam kondisi ‘busuk’, maka yang dilakukan pertama kali adalah melakukan perbaikan dengan melibatkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP



