Kang Ubed : KPK Perlu Telusuri, Apakah Ada Transaksi Besar  Jokowi dengan Cina Development Bank

copilot 20251030 114429

Kang Ubed : KPK Perlu Telusuri, Apakah Ada Transaksi Besar  Jokowi dengan Cina Development Bank

Jakarta –  Akademisi Universitas Negeri  Jakarta (UNJ) yang juga aktivis anti korupsi Dr. Ubedila Baderun   mendorong KPK  dalam mengusut dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta- Bandung yang kemudian berganti whoosh, perlu  dan penting melakukan penelusuran lebih mendalam apakah ada  terjadi transaksi besar antara  Jokowi dengan pihak China Development Bank  (CBD).

‘’KPK perlu menelusuri misalnya, apakah ada transaksin  besar Joko Widodo dengan China Development Bank itu. Ah itu penting tuh. Kenapa mereka (Jokowi—red) bergeser dan berani menerima bunga 2 % (persen), bahkan sekarang 3,4 % (persen). Iya khan? Itu perlu ditelusuri tuh. Mengapa merubah tuh,’’ ujar Ubedilah Badrun dalam podcast kanal youtube Abraham Samad Speak UP.

Kang Ubed demikian biasa disapa, menjelaskan beberapa alasan bagi KPK menelusuri  relasi Jokowi dengan China Development Bank. Terutama dengan kebijakannya selaku Presiden yang serta merta mengalihkan kerja sama proyek kereta cepat tersebut dari Jepang ke Cina dengan suku bunga yang lebih mahal. Bahkan sampai terjadi pembengkakan biaya proyek yang tak wajar.

‘’Jadi pertama yang harus diselidiki itu harga yang tak wajar sampai tiga kali lipat di  Cina , begitu. Kemudian kedua perubahan peraturan Presiden tahun 2015 ke tahun 2021.  Kemudian yang ketiga pembengkakan pembiayaan  yang menambah sekitar 16 Milyar dollar, Itu senilai sekitar 20 Trilyun.,’’ ujarnya menegaskan semua ini harus ditelusuri. Perlu dibongkar.

Kang Ubed dengan gaya bicaranya yang lugas dan kritis kembali menegaskan KPK perlu memeriksa Jokowi sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam kereta whoosh. Selain itu, juga beberapa sosok tokoh yang lain perlu diperiksa, misalnya Luhut Binsar Panjaitan, Rini Sumarno, Budi Karya  serta Erik Tohir.   ‘’Mereka semua perlu diperiksa. Minimal dimintai keterangan,’’ tegasnya lagi.

Sementara itu  Jokowi di beberapa media menjelaskan  tidak ada masalagh dengan proyek kereta cepat  yang belakangan ini diributkan publik. Menurutnya, proyek kereta cepat tidak bisa dipersalahkan dengan mencari keuntungan finansial, karena proyek tersebut untuk kepentingan publik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top