
Jakarta- Abraham Samad, mantan Ketua KPK, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap keputusan Presiden Prabowo yang menyatakan siap menanggung utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Menurutnya, tindakan Presiden tersebut berpotensi menormalisasi penyimpangan anggaran yang terjadi dalam proyek besar ini yang sejak awal sudah bermasalah.
Abraham juga berpendapat tindakan presiden juga terkesan mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal, karena utang proyek tersebut sangat besar dan membebani APBN. Dan akhirnya kata Abraham, membuka celah ruang impunitas, karena seolah-olah pemerintah ingin menutup kasus ini tanpa penyelidikan lebih lanjut
Terkait Whoosh, Abraham menyoroti beberapa hal, di mana sejak awal pemerintah mengklaim proyek ini tidak akan menggunakan dana APBN, namun pada kenyataannya pemerintah kini justru menanggung utangnya.Wajar jika kemudian masyarakat mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas proyek, termasuk siapa saja yang diuntungkan dan bagaimana proses tender serta pengelolaannya. Abraham sependapat dengan pandangan banyak kalangan yang menyebut proyek ini sebagai contoh dari “pembangunan yang tidak berpihak pada rakyat”, karena lebih menguntungkan elite dan investor.


