Aulia, Eks Penyelidik KPK  : Bencana Sumatera  Karena Korupsi dan  Kegagalan Penegakan Hukum # HAKORDIA:

whatsapp image 2025 12 10 at 10.20.25 (2)

JAKARTA, – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA)  yang dirayakan setiap tanggal 9 Desember,  kali ini diwarnai sorotan tajam terhadap dua isu krusial  yakni dampak korupsi  yang semakin ugal-ugalan bahkan menjadi  pemicu utama bencana lingkungan di Sumatera  serta kegagalan penegakan hukum di Indonesia.

Dalam dialog di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Eks Penyelidik KPK, Aulia Postiera, mengurai dengan begitu gamblang bagaimana tindakan korupsi telah merusak tujuan bernegara, mulai dari hilangnya keadilan hingga kehancuran ekosistem.

‘’Saya selalu menjelaskan bahwa korupsi sesungguhnya tidak hanya semata diliat dari angka atau jumlah kerugian negara yang ditimbulkan,’’ ujarnya  mengingatkan bahwa dampak terbesar korupsi adalah rusaknya iklim dan ruang hidup, yang akan dirasakan oleh generasi mendatang—ancaman yang jauh lebih serius daripada sekadar kerugian uang negara

Korupsi dan Tragedi Sumatera: Perselingkuhan Para Elit dan Oligarki

whatsapp image 2025 12 10 at 10.20.25 (1)

Aulia menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) tidak dapat hanya dianggap sebagai fenomena alam, melainkan akibat dari praktik korupsi yang melibatkan perusahaan pembalak hutan dan pejabat pemberi izin ilegal. Ia menjelaskan bahwa pembalakan liar dan alih fungsi lahan tanpa prosedur memperparah daya serap tanah, sehingga banjir menjadi tak terhindarkan. Karenanya ia meyakini tragedi ini adalah konsekuensi langsung dari korupsi yang memicu eksploitasi sumber daya alam secara ugal-ugalan.

 “Ketika sudah terjadi perselingkuhan antara penegak hukum dan pengusaha hitam, maka yang hancur adalah ekosistem dan ruang hidup masyarakat,” tegas Aulia sembari menyoroti betapa longgarnya pemerintah selama ini dalam menerapkan kebijakan kehati-hatian  demi kepentingan alasan atas nama investisi.  Misalnya dalam praktik penerapan  amdal. Eksploitasi didorong oleh kepentingan investasi yang melonggarkan bahkan me-bypass prasyarat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sebuah langkah yang disebutnya sebagai bencana bagi masa depan bangsa.

Aulia  menekankan untuk keluar dari lingkaran korupsi, Indonesia harus mengadopsi strategi yang komprehensif, tidak hanya seremonial: Pertama memperkuat strategi pemberantasan yang dikenal dalam tiga pilar yang terintegrasi, yakni Penindakan (deterrent effect), Pencegahan (perbaikan sistem), dan Pendidikan (membangun nilai integritas). Kedua, Tingkat Tertinggi Integritas: Selain integritas individu (jujur, disiplin, bertanggung jawab), tujuan akhir bangsa adalah mencapai Integritas Institusional. Integritas harus melembaga sebagai budaya dan sistem sehingga orang-orang korup akan tersingkir dengan sendirinya, meniru keberhasilan negara-negara maju.

‘’Semoga peringatan HAKORDIA menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk berkomitmen menegakkan integritas demi masa depan negara,’’ kuncinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top