Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Eros Djarot : Pemerintah Pusat Jangan Banyak Alasan Tetapkan Bencana Nasional
Jakarta – Pemerintah Aceh memutuskan membuka diri menerima bantuan penanganan bencana dari semua pihak termasuk dunia internasional. Bahkan Pemerintah Aceh secara resmi sudah bersurat kepada dua Lembaga internasional yakni United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF). Kedua Lembaga tersebut berada dalam naungan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki jejak pengalaman panjang dalam penanganan bencana. Termasuk juga aktif terlibat membantu saat bencana sunami di Aceh tahun 2004 silam.
‘’Benar (sudah melayangkan surat, red.), (karena) mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan. Kami rasa sangat dibutuhkan,” kata Muhammad MTA seperti dikutip dari detik.com.
Muhammad MTA juga menjelaskan sekarang ini setidaknya ada 77 lembaga dan 1.960 relawan yang sudah masuk Aceh dan langsung turun ke daerah-daerah terdampak bencana, menyalurkan bantuan, dan membantu para pengungsi. Lembaga-lembaga itu terdiri atas organisasi non-pemerintah (NGO) lokal, nasional, maupun internasional.
“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh,” katanya.
Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga bisa dipanggil Muallem menjelaskan kondisi sulit yang sedang diamali warganya sejak bencana melanda akhir November lalu hingga sekarang masih kekurangan bantuan khusuanya bahan makanan dan obat-obatan. Terutama daerah terpenncil yang sulit dijangkau. Bahkan Muallem mengaku sangat kuatir akan bahaya ancaman kelaparan akan melanda warganya bila tidak segera tertangani.
‘’Warga bisa mati bukan karena bencana tapi karena kelaparan,’’ ujarnya. Oleh karenanya, Muallem terus turun lapangan berkeliling mengunjungi lokasi bencana sambil menghimbau pemerintah setempat lebih aktif progresif menangani kesulitan yang sedang dihadapi warganya.
Sementara itu, dalam sebuah diskusi Hari Anti Korupsi di Jakarta baru-baru ini, seniman sekaligus budayawan kondang Eros Djarot ikut bersuara terkait bencana yang sedang terjadi di wilayah Sumatera yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Eros bahkan tegas mendesak Pemerintah Pusat menetapkan sebagai bencana nasional.
‘’Sudahlah pemerintah tetapkan sebagai bencana nasional. Jangan terlalu banyak cari cari alasan,’’ jelasnya. Badan Penanggulangan Bencana Nasional sendiri terus melakukan update data jumlah korban bencana yang melanda wilayah Sumatera (Sumut, Sumbar dan Aceh). Hingga Senin (15/12), jumlah korban jiwa atau meninggal di tiga provinsi tersebut kini mencapai 1.030 jiwa dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Sementara data warga yang tercatat hilang atau belum ditemukan sebanyak 206 orang. Kemudian, jumlah pengungsi sudah mencapai 608.940 orang.




kasian euy buat saudara kita di pulau sumatera.