Alamsyah Saragih Soroti “Privilese Kekuasaan” Mematikan Peluang Kerja Rakyat
JAKARTA – Indonesia tengah menghadapi ancaman struktural yang serius di sektor ketenagakerjaan dan kemudahan berusaha. Mantan Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih, memberikan peringatan keras bahwa tahun 2026 bisa menjadi titik didih jika pemerintah tidak segera membenahi kompetensi birokrasi dan akses ekonomi yang kini kental dengan nuansa favoritisme.
Hal ini disampaikan saat tampil diskusi melalui kanal you tube Abraham Samad Speak UP baru baru ini. Alamsyah bahkan membongkar kenyataan pahit yang dialami mayarakat umum selama ini yang sulit mencari lahan pekerjaan. Menurutnya, mencari pekerjaan atau memulai usaha di Indonesia saat ini bukan lagi soal seberapa kompeten Anda, melainkan seberapa dekat Anda dengan lingkaran kekuasaan.
Pengabaian Meritokrasi dalam Mencari Kerja
Alamsyah menyoroti adanya hambatan tak kasat mata bagi masyarakat umum untuk mengakses lapangan kerja. Ia melihat kecenderungan di mana posisi-posisi strategis, baik di birokrasi maupun sektor yang bersentuhan dengan proyek negara, semakin sulit ditembus tanpa ada kedekatan khusus atau orang dalam (ordal).
Menurut Alamsyah, ini adalah alarm bahaya. Ketika sistem tidak lagi menghargai kompetensi dan kerja keras, tapi lebih memuja kedekatan dengan pihak tertentu dalam pemerintahan, maka kita sedang menuju kehancuran fondasi sosial. Dan ini bisa berbahaya menyebabkan frustrasi massal di kalangan angkatan kerja muda yang memiliki kemampuan namun tidak memiliki akses.
Tantangan 2026: Reshuffle Sebagai Keharusan
Menghadapi tahun 2026 yang disebutnya sebagai “Tahun Bahaya,” Alamsyah mendorong Presiden Prabowo untuk melakukan tindakan drastis melalui reshuffle kabinet. Namun, reshuffle ini bukan sekadar bagi-bagi kursi politik baru. Sebaliknya Alamsyah menekankan perlunya mengganti pejabat yang hanya pandai menjilat atau mengamankan kepentingan kelompoknya sendiri dan mengisinya dengan orang-orang yang benar professional memiliki integritas tinggi.
Alamsyah mengingatkan Presiden Prabowo agar segera membenahi masalah tersebut supaya tidak menjadi bom waktu yang sewakti waktu bisa meledak seperti yang terjadi di beberapa negara luar.




sehat sehat pak alamsyah