Air Mineral Produk Aqua Disorot  Sumbernya

copilot 20251027 100923

Apa Betul Langsung  Dari Pengunungan atau Hasil Pengeboran ?

Jakarta – ASA INDONESIA. Air  minum  produk merek Aqua  terus menjadi sorotan public setelah Gubernur  Jawa Barat Dedi Mulyani melakukan kunjungan mendadak (sidak—red) ke Perusahaan  air mineral tersebut.

Seperti dikutip dari Suara.com –  Kand Dedi  untuk kedua kalinya  melakukan sidak ke Perusahaan Aqua. Ia ingin menjawab keberatan konsumen yang selama ini beranggapan sumber air mineral aqua murni diambil langsung dari mata air pegunungan. Bukan diambil dari hasil pengeboran bawah tanah.  Seperti biasa hasil kunjungan Kang Dedi di lapangan langsung diposting di kanal  You Tubenya  dan viral.  

Terungkap bahwa benar Perusahaan Aqua tersebut  rupanya selama ini  melakukan  produksi  air mineral  bersumber dari hasil pengeboran  di beberapa titik dengan kedalaman tanah yang  bervariasi   antara kisaran 60- 140 meter.  Informasi tersebut memantik public bereaksi merasa dikelabui  karena berbeda informasi yang diperoleh dari iklannya langsung dari mata air pengunungan.  Publik  beranggapan air mineral aqua adalah hasil olahan yang diambil langsung dari mata air pengunungan lalu dikemas ke dalam botol atau gallon. Bukan hasil pengeboran yang disedot ke atas seperti air sumur kebanyakan.

“Pemahaman orang itu adalah air Aqua itu air yang begini, karena bapak pasang iklannya gitu. Ambil dari puncaknya, Aqua ambil dari mata air pertamanya lewat pipa. Kemudian, dibuat jadi air galon yang diminum setiap hari,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyuarakan persepsi konsumen Aqua dalam konten YouTubenya, Sabtu 25 Oktober 2025 seperti dikutip di Suara.com.

Pihak Aqua selama ini tidak membantah sumber air yang digunakan dari  hasil  pengeboran  bawah tanah. Bahkan salah seorang staf Aqua yang sempat bertemu langsung Kang Dedi menjelaskan rigit  bahwa air diambil dari bawah tanah melalui proses pengeboran. Namun demikian, pihak Danone  yang memproduksi produk Aqua menjamin bahwa  sumber air yang digunakan selama ini bukanlah  berasal dari sumur bor biasa, melainkan dari akuifer dalam lapisan air tanah alami yang terbentuk di sistem hidrogeologi pegunungan.

“Air AQUA diambil dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Setiap sumber dipilih melalui proses seleksi ketat dengan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahap evaluasi yang berlangsung minimal satu tahun,” tulis pihak Danone dalam pernyataan resminya dikutip di media tribun.   Danone menjelaskan bahwa air yang digunakan bukan berasal dari air permukaan atau tanah dangkal, melainkan dari akuifer dalam dengan kedalaman mencapai 60 hingga 140 meter.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top