Ketg. warga terjebak banjir di aceh. foto diambil dari web tribunnews,com
ACEH, — Presiden Prabowo Subianto secara terbuka meminta maaf khususnya kepada masyarakat korban banjir jika beberapa kebutuhannya belum terpenuhi secara maksimal. Termasuk lampu penerangan listrik yang belum menyala secara merata. Namun ia memastikan, Pemerintah akan terus berusaha sesegera mungkin membantu memenuh kebutuhan masyarakat yang sekarang ini sebagian besar masih di lokasi pengungsian.
“Ya kita berusaha kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama, saya kira itu saja, ya. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” ujar Prabowo sebagaimana dikutip dari Kompas.com
Sebelumnya diberitakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak bencana alam khususnya yang menerjang wilayah Aceh beberapa waktu lalu. Mualem demikian biasa disapa, sangat khawatir dengan kondisi warganya yang mulai kesulitan yang bisa berdampak fatal warganya meninggal akibat kelaparan.
“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan (mengkhawatirkan), mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan, itu saja,” katanya menambahkan daerah yang paling sulit sekarang ini adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen menjadi daerah terparah terdampak banjir. Saat ini paling dibutuhkan pasokan sembako dan air bersih.
Berdasarkan data BNPB, jumlah korban bencana untuk wilayah Sumatera (Sumut, Sumbar dan Aceh) hingga Kamis pagi (11/12/2025), tercatat sudah 971 orang meninggal dunia. Masih ada 255 orang dinyatakan hilang atau belum ditemukan. Sekitar 5.000 orang lainnya terluka dan membutuhkan penanganan medis segera.



