Makassar – Dugaan kasus korupsi trilyunan rupiah dalam proyek reklamasi CPI di Pantai Losari Makassar harus kembali. Kasus tersebut sebenarnya sudah sempat diendus KPK, hanya saja kemudian—hilang bersamaan ketika Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan merilis pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Bahkan santer saat itu, Kejaksaan segera akan mengumumkan ada tersangka dalam kasus tersebut. Hanya saja seiring waktu, kasusnya seolah hilang tanpa ada jejak lagi.
Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi publik memperingati Hari Antikorupsi Se- dunia kerja sama KOPEL Indonesia, Forum Dosen Makassar FoKaL NGO Sulawesi dan LMPI Sulsel, di Kantor KOPEL Indonesia, Jln, Batua Raya Makassar, Minggu 07 Desember 2025.
Ahli Keuangan dari Universitas Patri Artha yang juga aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulsel, Bastian Lubis memberi pandangan kritis terkait sejumlah kasus yang dinilai dapat diungkap dengan lebih cepat dan terukur selain kasus korupsi di CPI, termasuk juga kasus nenas yang saat ini tengah ditangani Kejati Sulsel.




“Seperti kasus nenas ini — yang mark up tidak susah diungkap, tergantung dari keberanian dan kemauan Kejaksaan,” ujar Bastian Lubis memberi penekanan khusus kasus CPI, harus diusut tuntas.
‘’Ini datanya sudah sangat lengkap sebenarnya,’’ tambahnya. Acara ini dipandang sebagai momentum penting memperkuat komitmen kolektif mengawal integritas publik, terutama di Sulawesi Selatan.



