Pemerintah Aceh Surati PBB  Untuk  Bantuan  Bencana

whatsapp image 2025 12 16 at 11.40.18

Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Eros Djarot  : Pemerintah Pusat Jangan Banyak Alasan Tetapkan Bencana Nasional

Jakarta –  Pemerintah Aceh  memutuskan membuka diri menerima bantuan penanganan bencana dari  semua pihak termasuk dunia internasional. Bahkan Pemerintah Aceh secara resmi sudah bersurat kepada dua Lembaga internasional  yakni United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).  Kedua Lembaga tersebut berada dalam naungan  bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki jejak  pengalaman  panjang dalam penanganan bencana.   Termasuk juga aktif terlibat membantu saat bencana sunami di Aceh tahun 2004 silam.

‘’Benar (sudah melayangkan surat, red.), (karena) mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan. Kami rasa sangat dibutuhkan,” kata Muhammad MTA seperti dikutip dari detik.com.

Muhammad MTA juga menjelaskan sekarang ini setidaknya  ada 77 lembaga dan 1.960 relawan  yang sudah masuk Aceh  dan  langsung turun ke daerah-daerah terdampak bencana, menyalurkan bantuan, dan membantu para pengungsi. Lembaga-lembaga itu terdiri atas organisasi non-pemerintah (NGO) lokal, nasional, maupun internasional.

“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh,” katanya.

Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga bisa dipanggil Muallem   menjelaskan kondisi sulit yang sedang diamali warganya sejak bencana melanda akhir November lalu hingga sekarang masih kekurangan bantuan khusuanya bahan makanan dan obat-obatan. Terutama daerah terpenncil yang sulit dijangkau.  Bahkan Muallem  mengaku sangat kuatir akan bahaya  ancaman kelaparan akan melanda warganya bila tidak segera tertangani.   

‘’Warga bisa mati bukan karena bencana tapi karena kelaparan,’’ ujarnya. Oleh karenanya,  Muallem  terus turun lapangan berkeliling   mengunjungi lokasi bencana sambil menghimbau pemerintah setempat lebih aktif progresif  menangani kesulitan yang sedang dihadapi warganya.

Sementara itu, dalam sebuah diskusi Hari Anti Korupsi di Jakarta baru-baru ini, seniman sekaligus budayawan kondang Eros Djarot  ikut bersuara terkait bencana yang sedang terjadi di wilayah Sumatera yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Eros bahkan tegas mendesak Pemerintah Pusat menetapkan sebagai bencana nasional.

‘’Sudahlah pemerintah tetapkan sebagai bencana nasional. Jangan terlalu banyak cari cari alasan,’’ jelasnya. Badan Penanggulangan Bencana Nasional   sendiri terus melakukan update  data jumlah korban bencana yang melanda  wilayah Sumatera (Sumut, Sumbar dan Aceh).  Hingga Senin (15/12), jumlah korban jiwa  atau meninggal di tiga provinsi  tersebut  kini mencapai 1.030 jiwa dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Sementara data warga yang tercatat hilang atau belum ditemukan  sebanyak 206 orang. Kemudian, jumlah pengungsi sudah mencapai 608.940 orang.

1 komentar untuk “Pemerintah Aceh Surati PBB  Untuk  Bantuan  Bencana”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top