Prabowo Pasang Badan Dalam Kasus Whoosh. Jokowi dkk Aman?

copilot 20251104 132913

Jakarta – Pernyataan  Presiden Prabowo Subianto  yang menjamin tidak ada masalah dengan kereta cepat (whoosh) Jakarta Bandung, menuai spekulasi  publik. Terlebih sikapnya memperlihatkan siap  pasang badan terhadap proyek tersebut  dengan mengaku  siap bertanggungjawab atas proyek tersebut. Pernyataan itu disampaikan langsung saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru Jakarta hari ini Selasa (4 November 2025).    

Masih dalam kesempatan tersebut, Prabowo bahkan mengaku sudah membaca dan mempelajari  proyek whoosh dan tidak ada masalah sehingga ia berharap agar ribut soal whoosh disudahi.

Sebelumnya, pihak  KPK   membenarkan selama ini pihaknya telah melakukan langkah hukum dengan kegiatan penyelidikan  terhadap sengkarut proyek whoosh tersebut. Meski belum disebutkan secara detil perkembangan kasus whoosh, namun KPK menjelaskan kegiatan penyelidikan sudah dilakukan sejak awal tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara KPK Prasetyo Budi sekaligus merespon  kuatnya desakan public  belakangan ini   untuk melakukan upaya hukum mengusut dugaan terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek whoosh. Bahkan publik sudah menyodorkan sejumlah nama – nama  yang seharusnya diminta keterangan termasuk Joko Widodo mantan Presdien RI Ke- 7, Luhut Bingsar Panjaitan, Rini Sumarno, Budi Karya dan Erik Tohir. Minimal mereka – mereka ini dimintai keterangan karena mengetahui duduk perkara di balik proyek ambisius tersebut.

Melihat namanya banyak disorot publik,  mantan Presiden RI ke -7 Jokowi  akhirnya muncul di publik dan  angkat bicara . Menurutnya, Proyek whoosh tidak bisa  hanya dilihat dari satu sisi saja dengan menghitung untung rugi saja, melainkan harus dilihat lebih luas sebagai proyek sosial untuk kepentingan publik.    Namun oleh Ekonom Universitas Indonesia (UI)  Dipo Satria Ramli  seperti dikutip di akun Xnya  menilai pernyataan Jokowi tersebut  hanya akal-akalan saja sebagai bentuk pembenaran atas proyek yang dinilai membebani keuangan negara dan rakyat. “Akal-akalan kelas berat! Proyek rugi dibilang investasi sosial,” ujar Dipo di X  @DipoSatriaR (28/10/2025).

Dikatakannya, pernyataan bahwa  proyek Kereta Cepat bukan untuk mencari keuntungan, melainkan manfaat sosial, adalah bentuk pengelabuan publik.

“Lah, yang nikmatin pejabat dan kroni, yang bayar bunganya rakyat,” ungkapnya lagi. Konsep investasi sosial yang disampaikan Jokowi hanya menjadi tameng untuk menutupi kerugian besar yang ditanggung negara dari proyek bernilai ratusan triliun itu.

“Hebat, rugi pun bisa dibungkus jadi kebajikan,” tandasnya.

Lebih lanjut, anak dari begawan Ekonomi, Rizal Ramli ini menyebut bahwa jika logika seperti ini terus digunakan, maka tak tertutup kemungkinan perilaku korupsi pun bisa dibenarkan dengan alasan serupa.

“Kalau gitu, korupsi sekalian aja disebut amal kebangsaan,” tegasnya.

Whoosh  Proyek Gengsi Saja Yang Costly

Sebelumnya, pakar transportasi Agus Pambagio  saat tampil podcast di kanal you tube Abraham Samad Speak UP,  juga membongkar proyek  KCJB yang kemudian berganti nama whoosh adalah proyek gengsi saja yang costly. Bahkan menurutnya, dari awal sejumlah kalangan sudah memberi saran proyek ini tidak visible bahkan  rugi dan membebani keuangan negara.

Bukan hanya itu, Agus juga mempertanyakan lokasi rute statisun dan titik pemberhentian kereta cepat  yang berpindah tidak sesuai konsep awal.  Bahkan Agus mempertanyakan siapa yang diuntungkan dari titik lokasi pemberhentian kereta tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top