foto Liputan 6
Jakarta—Entah motif apa, Presiden Prabowo seolah merasa berkepentingan dan sangat penting mengklarifikasi terkait hubungannya selama ini dengan mantan Presiden RI ke -7 Joko Widodo.
Prabowo sepertinya menyadari betul selama ini masyarakat menganggapnya sebagai sosok yang penakut dan masih dikendalikan oleh Jokowi. Terlebih setelah tampil seolah pasang badan melindungi Jokowi dalam kasus kereta cepat Jakarta – Bandung (whoosh). Apalagi Prabowo sampai menjamin tidak masalah sama sekali dalam proyek whoosh tersebut bahkan bisa dilanjutkan. Prabowo seolah mengabaikan kerja KPK yang sekarang ini sedang melakukan langkah hukum dengan penyelidikan atas adanya dugaan korupsi di dalam proyek tersebut.
Dalam berbagai kegiatan lain, Prabowo juga dianggap selalu menempatkan Jokowi adalah sebagai sosok yang memiliki perlakuan khusus atau privilege. Dan ini berbeda dengan yang lain termasuk mantan Presiden sebelumnya Jokowi. Prabowo terekam cukup rajin mengundang Jokowi untuk ikut menghadiri kegiatan – kegiatan seremoni. Seperti acara peresmian pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten pada Kamis (6/11), Prabowo juga mengundang Jokowi hadir, meski Jokowi berhalangan. Sementara mantan Presiden lainnya misalnya SBY atau Megawati sangat jarang mendapatkan undangan ikut hadir dalam acara seremoni peresmian.
Prabowo menjelaskan faktanya selama ini dirinya sebenarnya tidak pernah takut dengan Jokowi. Namun ia tidak membantah berteman baik dengan Jokowi. Jokowi adalah hopeng atau sebagai teman baik.




kacau kacau