JAKARTA – Pakar Otonomi Daerah dan Guru Besar IPDN, Prof. Djohermansyah Djohan, melayangkan kritik pedas terhadap fenomena Koperasi Merah Putih yang kedapatan mengimpor 1.200 unit mobil dari India. Saat tampil dalam podcast di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, ia menyebut langkah ini sebagai bentuk “Tabrakan Etika” yang sangat telanjang di lingkar kekuasaan.
Retorika Nasionalisme vs Syahwat Impor
Prof. Djo menyoroti anomali luar biasa antara ucapan dan perbuatan pemerintah. Ibarat kata, di saat Presiden dan jajaran menteri terus mempropagandakan “Cintai Produk Dalam Negeri” serta menggenjot hilirisasi otomotif, sebuah entitas yang menggunakan nama suci “Merah Putih” justru menjadi pintu masuk ribuan unit kendaraan asing.
Lebih lanjut, mantan Dirjen Otda ini mempertanyakan “karpet merah” yang didapatkan koperasi tersebut dalam mendatangkan 1.200 unit kendaraan. Ia menilai, pengadaan dalam skala ribuan tidak mungkin terjadi tanpa adanya intervensi atau kemudahan akses yang bersifat Neo-Patrimonial (kroniisme).
Prof. Djo memperingatkan pemerintah agar lebih menjaga dan mempertimbangkan setiap langkah yang diambil karena akan berimplikasi terhadap kepercayaan publik. Ia menjelaskan bahwa integritas sebuah pemerintahan diuji dari keselarasan antara kebijakan dan tindakan. Skandal 1.200 mobil India ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan tamparan keras bagi kedaulatan ekonomi Indonesia.



