Jakarta- Said Didu, mantan Sekjen Kementerian BUMN secara terang terangan menyebut PT Lippo sebagai pihak yang telah ‘merampok’ dan menipu tokoh tokoh Sulawesi Selatan, pada awal awal Lippo mulai merambah di kawasan pesisir Makassar. Salah satu yang marak dibicarakan saat ini terkait sengketa lahan antara Jusuf Kalla dengan PT GMTD, di mana Lippo ada di dalamnya. ‘’Lippo sudah ‘merampok’ dan menipu beberapa tokoh di Sulawesi Selatan.
Said Didu menyebut dari keberadaan Lippo awalnya memberi angin segar, untuk pengembangan kawasan tersebut. Tapi akhirnya yang terjadi justru banyak menggusur tanah rakyat. ‘’Bukan hanya JK, tapi banyak tokoh tokoh Sulsel yang sudah almarhum, sebenarnya telah dibohongi dan ditipu. Kau rampok tanah rakyat abis itu kau menyumbang,’’ungkap Said Didu yang dikutip dalam podcast Abraham Samad Speak up, kemarin.
Penguasaan begitu banyak lahan di kawasan tersebut menurut Said, adalah cara kerja oligarki, yang menguasai sumber daya alam dan menguasai aparat. Tapi sebaliknya sangat merugikan rakyat kecil yang menjadi korban penggusuran.
Lebih jauh, Didu menceritakan awalnya ada gagasan untuk memanfaatkan pantai itu untuk wisata agar banyak turis yang datang. Mulailah bergabung Lippo yang menawarkan perencanaan untuk kawasaan tersebut. Gagasan ini kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Pembangunan Sulsel.
‘’ Saya perlu menyebutkan tokoh ini supaya orang-orang menyadari bahwa Lippo ini selain merampok tanah Jusuf Kalla, juga menipu seluruh tokoh Sulawesi Selatan, “ kata Didu sembari menyebut dari 16 tokoh, diantaranya, Prof. Ahmad Amiruddin saat itu Gubernur, Prof. Ahmad Maramuli, Prof Beddu Amang.



