Foto: Abraham Samad SPEAK UP
Jakarta – Jurnalis senior, Lukas Luwarso yang juga mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menjelaskan posisi Presiden Prabowo selama ini sesungguhnya lebih banyak dibebani untuk menyelesaikan masalah yang merupakan warisan peninggalan Jokowi selama 10 tahun berkuasa. Mulai dari proyek infrastruktur yang tidak berfungsi atau menumpuknya jumlah utang yang begitu tinggi sepanjang sejarah perjalanan Bangsa hingga prilaku koruptif yang hampir terjadi di semua lini pemerintahan.
‘’Prabowo ini sebenarnya mewarisi kerusakan 10 tahun era Jokowi. Ibaratnya analogi klise Prabowi ini hanya cuci piring dari pesta yang sudah digelar oleh Jokowi selama 10 Tahun,’’ ujarnya saat tampil podcast di kanal youtube Abraham Samad Speak UP.
Menurut Lukas, aksi unjuk rasa mahasiswa bersama masyarakat akhir Agustus lalu yang berujung kerusuhan dan penjarahan sesungguhnya menarik untuk dicermati, baik dari penyebab hingga luapan kemarahan publik saat itu. Bahkan aksi serupa juga sempat terjadi di beberapa belahan negara di dunia seperti Sri Langka, Banglades, Prancis dan Nepal yang begitu heroic karena berhasil pembubarkan paksa pemerintahannya yang korup lalu membentuk pemerintahan transisi yang baru.
‘’Bahwa semua ini penyebabnya karena ketidakadilan. Sayang Prabowo tidak menyadari ini,’’ jelasnya. . Menurutnya Prabowo harusnya responsif dan menjadikan pembelajaran peristiwa agustus lalu. Termasuk juga dengan peristiwa yang terjadi di Banglades, Srilangka dan Nepal. Menurut Lukas, aksi di Nepal sesungguhnya berbeda dj Indonesia. Di Nepal gerakan yang dimptori anak anak generasi Z sesungguhnya lebih terarah dan jelas sasarannya kepada pemerintahan yang berkuasa saat itu karena korup dal lain sebagainya. Berbeda di Indonesia, tuntutan massa saat itu tidak ada yang mengarah tuntutan meronrong pemerintahan Prabowo.
‘’Masyarakat sepertinya sadar betul apa yang dialami, dirasakan selama ini merupakan hasil peninggalan Jokowi. Yang ada, publik kecewa kepada Jokowi. Dan juga kepada Gibran karena di dalamnya juga ada campur tangan Jokowi. Terhadap anggota DPR yang¹1 rumahnya sempat dijarah sesungguhnya itu baru permulaan saja,’’ jelasnya.
Menurutnya, Prabowo seharusnya segera sadar dan menjadikan peristiwa unjuk rasa akhir agustus lalu termasuk kejadian di belahan dunia sebagai pembelajaran berharga, membuka diri dan menangkap aspirasi publik. Prabowo harusnya tidak melanjutkan prilaku politik Jokowi yang mementingkan kekuasaan atas dirinya semata. Tentu dengan memutus hubungan yang bisa mengundang Jokowi untuk bisa terus melakukan cawe cawe dalam pemerintahannya. (ASA)



