Sumber jabarekspres.com
Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya merespon kasus keracunan yang menimpa siswa karena sajian makanan gratis yang disiapkan pemerintah melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan menghentikan sementara MBG di Bandung Barat menyusul kasus dugaan keracunan massal yang menimpa korban sebanyak 301 siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (22/9) lalu.

Sumber cms.disway.id
Dikutip di antaranews.com, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan penghentian tersebut dilakukan untuk evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya sudah meninjau SPPG-nya. Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran. Itu yang harus jadi perbaikan menyeluruh. Saya sudah minta untuk setop sementara,” ujar Dadan di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa 22 DSeptember 2025.
Sebelumnya, sejumlah kalangan mendesak Presiden untuk segera mengambil langkah tegas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata Kelola pengelolaan program Makanan Gratis Bergizi (MBG) untuk menghindari bertambahnya jumlah anak yang menderita korban keracunan di sekolah. Pemerintah harus bertanggungjawab menjaga dan menjamin keselamatan anak, termasuk potensi terjadi trauma berkepanjangan dan ketidakpercayaan terhadap program pemerintah.
Berdasarkan data yang diolah tim ASA Indonesia menemukan hingga 23 september 2025, jumlah anak yang sempat menderita keracunan sudah mencapai lebih dari 5.000 siswa. Angka ini tersebar di seluruh Indonesia dan di Jawa Barat. Sementara data Kementerian Kesehatan untuk pertanggal 16 september 2025 mencatat ada 60 kasus yang terjadi di lapangan. Sementara korban penderita keracunan 5.207 siswa . Begitupun dengan BPOM mencatat ada 55 kasus dengan korban keracunan 5.320 penderita. (ASA)



