Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Jakarta – Pengamat politik, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti mengkritik keras era kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun berkuasa, menjabat Presiden RI dari 2014 hingga 2024. Ia menuding Jokowi selama dalam kepemimpinannya telah membawa kerusakan yang cukup parah di negeri ini, termasuk merusak budaya organisasi di tubuh TNI dan Polri.
‘’The Jokowi is legacy. Ini sangat berbahaya bagi Indonesia,’’ ujar Prof Ikrar saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah Minggu, 12 Oktober 2025.
Prof Ikrar dalam podcast tersebut yang dipandu mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad, sempat mengklarifikasi kritikannya tidak ditujukan menyerang diri pribadi seseorang tetapi faktanya perusakan institusi dalam TNI dan Polri terjadi di era pemerintahan Jokowi,
‘’Saya itu kalau mendengar cerita dari beberapa orang iya, bagaimana seseorang misalnya, akhirnya menjadi Panglima TNI. Pokoknya bagaimanapun orang itu supaya bisa mencapai pangkat jenderal, tidak harus ditaruh, kalau dulu di zaman TNI harus ditaruh di territorial,’’ ujarnya mengaku budaya jenjang perkaderan sekarang ini sudah tidak diperlakukan lagi. Orang bisa tiba-tiba berpangkat jenderal bahkan jadi panglima TNI tanpa pernah menjabat di teritori. Begitupun jug di Kepolisian.
Sebelumnya kinerja TNI dan Kepolisian kembali menjadi sorotan public 10 tahun terakhir. Dua institusi tersebut yang seharusnya bertugas secara professional tidak ditarik-tarik dalam urusan kepentingan politik. Sayangnya dalam perjalanan waktu terutama Kepolisian dalam banyak kasus justru ikut bermain dalam politik praktis sampai akhirnya muncul istilah parcok (Partai Coklat). Semua ini terjadi di era Jokowi berkuasa.



