Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belakangan ini banyak bersafari alias tawaf ke Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk mendorong serapan anggarannya lebih maksimal. Selain kepada K/L, Purbaya juga mendorong para pemerintah di daerah untuk lebih aktif mempush serapan anggarannya agar selaras dengan kebijakan pemerintah di pusat.
Purbaya sepertinya trauma dengan kejadian sebelumnya banyak K/L dan Pemda yang serapan anggarannya lambat. Bahkan saat era Menteri keuangan dijabat Sri Mulyani sempat membuat kebijakan pemotongan dana transfer dari pusat terhadap daerah daerah yang masuk kategori realisasi anggarannya rendah. Meski kebijakan tersebut sempat mengundang reaksi dari daerah karena menganggap kebijakan tersebut merugikan daerah secara sepihak tanpa ada kajian lebih mendalam penyebab rendahnya serapan terutama yang masuk komponen dana transperan.
Sementara itu, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan selama ini anggaran Pemda pasti habis. Menurutnya, terkait dana yang masih tersimpan di bank yang dipersoalkan Purbaya boleh jadi dana yang berasal dari dana program yang belum dijalankan atau sedang di jalankan atau bahkan sedang persiapan untuk di jalankan. Tapi itunya, Said yakin Pemda pasti akan menghabiskan anggaran.
“Selama ini saya 13 tahun di badan anggaran. Setahu saya, pemerintah daerah itu anggarannya pasti selalu habis,” ujar Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025), seperti dikutip di detik.com.



