Jakarta – Lukas Luwarso , salah seorang inisator kelompok Bon Jowi (Bongkar Ijazah Jokowi berharap seluruh dokumen yang berkaitan dengan ijazah Jokowi bisa dibuka oleh pihak UGM. Ia menilai, nama baik UGM sekarang ini sedang dipertaruhkan bila tetap kekeh pada pendiriannya selama ini tetap menutup akses bagi public.
Lukas Luwarso yang juga pendiri sekaligus mantan ketua pertama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyampaikan hal itu saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah, Minggu , 23 November 2025.

Lukas dalam podcast tersebut juga membongkar secara rinci 20 jenis dokumen yang harus dan wajib dibawa UGM dalam sidang lanjutan KIP berikutnya. . Dari 20 dokumen tersebut selama ini diminta Bon Jowi untuk diakses untuk keperluan penelitian keabsahan ijazah Jokowi, namun ditutup oleh pihak UGM ditutup dengan berbagai alasan.. Pada hal, oleh Bon Jowi selaku pemohon sangat berharap dokumen tersebut akan menjadi informasi sekaligus bukti apakah benar mantan Presiden ke 7 RI Joko Widodo (Jokowi) pernah mengenyam Pendidikan dan selesai hingga berhak menyandang gelar sarjana insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM.
‘’Tugas UGM semakin berat, Majelis Hakim sudah memerintahkan harus membawa 20 dokumen tersebut dalam sidang berikutnya. Itu wajib. Dan tentu harus melalui tahapan uji konsekwensi lebih dahulu.,’’ ujar Lukas.
Lukas menjelaskan sekarang ini sesungguhnya terjadi pertarungan antara kubu ketertutupan yang banyak terjadi di era fasisme dengan era keterbukaan oleh negara negara menganut paham demokrasi modern.
‘’Minimal kalau UGM senekad itu, jadi dia sedang semakin menjerumuskan diri ke gorong-gorongnya Jokowi,’’ ujarnya saat menjawab pertanyaan jika sampai pada sidang berikutnya UGM bertahan pada posisi tetap tidak bersedia membuka sejumlah dokumen bukti yang berkaitan keberadaan ijazah Jokowi.
‘’UGM dan Jokowi akan memperlihatkan sikap yang melawan arus publik yang menghendaki keterbukaan,’’ jelasnya



