Jakarta – Pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Dr. Selamat Ginting, menyayangkan Presiden Prabowo Subianto yang hingga sekarang belum juga ada sikap dengan terbitnya Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025. Selamat mengingatkan Prabowo, sekarang ini sudah banyak persepsi negative yang muncul di masyarakat yang mulai melihat the real president sekarang ini sesungguhnya sudah Listiyo Sigit, Kapolri sekarang ini.
‘’Kalau sebelumnya, selama ini the real presiden itu adalah Jokowi. Prabowo selalu di bawah bayang-bayang Jokowi, sekarang ini sudah bertambah lagi. The real presidennya Listiyo Sigit,’’ ujar Selamat Ginting sebagaimana dikutip dalam wawancara di kanal You Tube Abaraham Samad Speak UP yang diunggah Selasa 23/12/2025 kemarin.
Poin paling krusial dalam analisis Selamat Ginting adalah sikap Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya lebih responsive, lebih tanggap dan lebih cekatan. Hanya saja kenyataan di lapangan tidak demikian. Penerbitan Perpol Nomor 10 tahun 2025 sesungguhnya bukan kasus yang kali kedua oleh Kapolri Listyo Sigit yang dengan terbuka memperlihatkan front perlawanan bahkan ‘’pembangkangan’’ dengan berani melampaui kebijakan besar kepala negara. Sebelumnya juga terjadi dalam pembentukan tim reformasi kepolisian.
‘’Jadi mengapa, ada apa Listiyo Sigit berkuasa. Akhirnya orang berpikir, oh ini jangan – jangan the real ptresiden adalah Jenderal (Pol) Listiyo Sigit Prabowo. Kita tidak mau seperti itu,’’ ujarnya mengingatkan jangan sampai kemudian ada Presiden bayangan.
‘’Kalau kemarin ada Presiden bayangannya adalah Jokowi melalui Gibran. Lho sekarang ada Presiden bayangannya lagi, bertambah Listyo Sigit yang berani gitu lho,’’ jelas Selamet Ginting.
“Presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi atas Polri. Jika Polri mengeluarkan aturan yang bertabrakan dengan konstitusi dan UU yang berlaku, itu adalah bentuk perlawanan terhadap otoritas Presiden. tambahnya
Selamat juga menyeroti posisi Listiyo Sigit yang menjabat sebagai Kapolri terlama sepanjang sejarah perjalanan Bangsa Indonesia yang oleh publik sebenarnya sejak awal Prabowo sesungguhnya tidak punya alasan sama sekali mempertahankannya sebagai Kapolri.
‘’Bagi saya ini salah satu catatan terburuk setahun Prabowo menjabat,’’ tambahnya menegaskanya seharusnya Prabowo sudah memcopot Listyo dari Kapolri.




waduhh