JAKARTA – Mengapa perang besar di Timur Tengah jarang sekali pecah di dalam wilayah Iran sendiri? Jawabannya terletak pada satu frasa: Forward Defense atau Pertahanan Garis Depan.
Pengamat Timur Tengah, Dr. Dina Sulaeman, mengungkapkan tersebut saat tampil podcast di kanal YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah Selasa 7 April 2026 kemarin. Menurtnya bahwa Iran tidak pernah menggunakan pola pertahanan pasif yang menunggu musuh mengetuk pintu perbatasan. Sebaliknya, Teheran telah membangun “benteng imajiner” yang membentang ribuan kilometer dari wilayah kedaulatannya.
Memindahkan Medan Perang
Dalam keterangannya, Dina menjelaskan bahwa esensi dari Forward Defense adalah memastikan bahwa jika konflik terjadi, medan tempurnya berada di luar teritori Iran. Strategi ini menjadikan negara-negara sekutu dan kelompok perlawanan sebagai lapisan pelindung pertama.
“Iran tidak menunggu musuh datang ke perbatasan mereka. Melalui Axis of Resistance (Poros Perlawanan), Iran membangun jaringan sekutu… Ini menciptakan lapisan pelindung yang menjauhkan konflik langsung dari tanah Iran,” urai Dina dalam diskusi tersebut.
Sabuk Pengaman Regional
Strategi ini melibatkan aktor-aktor non-negara yang memiliki kedekatan ideologis dengan Teheran, mulai dari Hezbollah di Lebanon, faksi-faksi di Irak, hingga Houthi di Yaman. Bagi Iran, kelompok-kelompok ini bukan sekadar proxy, melainkan investasi keamanan jangka panjang.
Dina menggarisbawahi bahwa dengan adanya kekuatan ini, lawan-lawan Iran—termasuk Amerika Serikat dan Israel—harus berhitung berkali-kali jika ingin menyerang jantung Teheran. Mereka harus melewati “labirin” kekuatan regional yang telah dipersenjatai dengan teknologi rudal dan drone hasil transfer teknologi Iran.
“Poros Perlawanan itu bukan sekadar proxy, tapi adalah aliansi ideologis. Iran memberikan bantuan teknologi dan pelatihan agar bangsa-bangsa ini bisa melawan penindasan di tanah mereka sendiri,” tegasnya.
Efek Detern (Pencegahan) yang Tajam
Menurut analisis Dina, Forward Defense terbukti efektif memberikan efek gentar. Ketika sebuah serangan terjadi terhadap aset Iran, balasan tidak selalu datang dari Teheran, tapi bisa muncul dari arah mana saja di kawasan Timur Tengah. Hal inilah yang membuat kalkulasi militer lawan menjadi sangat kompleks dan mahal.
Dengan doktrin ini, Iran berhasil mengubah posisi geografisnya yang terkepung menjadi sebuah kekuatan yang justru mengepung balik kepentingan lawan melalui jaringan sekutunya.
sumber : Alumni IRAN Buka Rahasia Kehebatan IRAN Menghadapi Perang Lawan Amerika-I5RA3L | #SPEAKUP



