JAKARTA – Ruang rapat Komisi III DPR RI bersama Kapolri dan jajarannya kemarin sempat agak memanas. Politikus senior Partai Demokrat, Benny K. Harman, memberikan catatan kritis yang menohok dalam Rapat Kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya.
Benny menyoroti masa jabatan Jenderal Sigit yang kini tercatat sebagai Kapolri terlama dalam sejarah kepolisian pasca-reformasi. Bahkan sudah 5 tahun lebih dan tetap mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan Benny K. Harman tentu bukan sekadar pujian, melainkan bisa dimaknai sebagai “pisau bermata dua” yang mempertanyakan efektivitas masa jabatan panjang di tengah tuntutan reformasi. Focus Benny rupanya bukan pada durasi waktu yang sudah sangat lama, melainkan pada macetnya agenda reformasi institusi di tengah stabilitas kepemimpinan tersebut.
“Kapolri Terlama, Tapi Reformasi Di Mana?”
Benny membuka pernyataannya dengan mengakui “keawetan” posisi Sigit di puncak Trunojoyo. Menurutnya, stabilitas ini seharusnya menjadi modal besar untuk melakukan pembersihan internal.
“Bapak ini termasuk Kapolri terlama menjabat. Sudah lebih lima tahun,’’ ujar Benny. Hanya saja Benny tidak mengerti dengan masa jabatan yang cukup lama tapi isu-isu struktural dan kultur kekerasan di kepolisian masih terus berulang.
Benny dengan lugas mempertanyaan keberdaan tim reformasi internal Kepolisian yang dibentuk oleh Kapolri termasuk tujuan pembentukannya hanya sesaat setelah Presiden mengumumkan akan membentuk komite reformasi Polri.
‘’Tim reformasi internal itu maksudnya apa. Melawan komite reformasi ,’’ ujarnya bertanya. Terlebih agenda reformasi polri hingga sekarang ini belum kelihatan hasilnya.
Kapolri Listyo Sigit tidak banyak menanggapi pernyataan dari DPR, Namun ia menjanjikan sekarang ini pihak sedang mengkampanyekan reformasi kulutral dalam tubuh kepolisian.
Catatan Data: Masa Jabatan Kapolri Pasca-Reformasi
Untuk memberikan konteks, berikut adalah data durasi jabatan beberapa Kapolri terakhir:
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo: (Januari 2021 – Sekarang) – Memasuki tahun ke-5.
- Jenderal Tito Karnavian: ± 3 tahun 3 bulan (Juli 2016 – Oktober 2019).
- Jenderal Bambang Hendarso Danuri: ± 2 tahun (Oktober 2008 – Oktober 2010).



