Dirut PT. KAI Minta Tambahan Dana  di Tengah Polemik Utang Kereta Cepat

copilot 20251104 154608

Jakarta — Dirut PT KAI Bobby Rasyidin  boleh berbangga dengan janji Presiden  Prabowo telah menyetujui  anggaran 5 trilyun untuk PT KAI. 

Sebelumnya, PT KAI telah mengajukan permohonan penambahan anggaran senilai Rp 4,8 triliun  tapi ini bukan untuk membayar hutang kereta cepat Jakarta – Bandung (KCJB) atau whoosh yang selama ini masih menjadi polemik di publik siapa yang akan bertanggungjawab. Apakah Danantara atau  Pemerintah  melalui dana APBN?.  Dana 4.8 trilyun yang diajukan PT KAI tersebut rencananya akan dipergunakan untuk melakukan pengadaan kereta baru 30 rangkaian secara langsung. Rinciannya per rangkaian butuh US$ 9 juta atau sekitar Rp 150 miliar. 

Presiden Prabowo dalam pidato peresmian stasiun Tanah Abang baru menyatakan pihaknya sudah menyetujui permintaan tersebut. Bahkan menambahkan nilainya menjadi  5 trilyun dengan alasan kereta api adalah kebutuhan masyarakat.

‘’Saya setujui bahkan akan saya alokasikan. Saya setujui tidak Rp 4,8 T, tapi Rp 5 T saya setujui,’’ ujar Prabowo saat meresmikan . Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025), seperti diikutip di detik,com.

‘’Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” tegas lagi sembari menegaskan agar proyek pengadaan tersebut segera direalisasikan. Setidaknya dalam setahun ini.

1 komentar untuk “Dirut PT. KAI Minta Tambahan Dana  di Tengah Polemik Utang Kereta Cepat”

Tinggalkan Balasan ke somebody Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top