Ekonom Yanuar Rizky: Rakyat Sekarang Sudah Makan dengan Utang

whatsapp image 2026 01 29 at 14.49.50 (1)

JAKARTA –Presiden Prabowo seharusnya  lebih responsif dan hati-hati  menyikapi situasi ekonomi yang kian sulit belakangan ini.  Pemerintah seharusnya tidak menghabiskan waktu terjebak dengan permainan angka-angka global. Situasi ekonomi dilaporkan seolah-olah baik dengan pertumbuhan 5 persen lebih sementara realitasnya di masyarakat   semakin sulit. Ia mengingatkan  sekarang ini telah terjadi fenomena berbahaya di tengah masyarakat yakni kondisi di mana warga terpaksa menggunakan dana cadangan atau “makan tabungan” (mantab) demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan sudah semakin bergeser dengan makan utang (kredit).

Demikian disampaikan ekonom senior Yanuar Risky saat tampil dalam podcast di kanal You Tube Abraham Samad Speak UP, Kamis (29/1/2026) kemarin.  Diskusi ini dipandu langsung Abraham Samad  mantan Ketua KPK periode 2011-2015. Menurut  Yanuar menjelaskan bahwa secara teoritis, tabungan seharusnya berfungsi sebagai instrumen perlindungan nilai. Namun, kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat saat ini justru sebaliknya.

Yanuar  dengan gaya bicara yang lugas menjelaskan  selama ini pemerintah  senang bermain dengan angka-angka yang besar melaporkan pertumbuhan ekonomi membaik dengan angka 5 persen lebih. Pada hal  sesungguhnya dalam realitas masyarakat  sedang mengalami kesulitan. 

‘’Pemerintah selama ini sedangnya dengan angka-angka besar. Tidak melihat detilnya, angka riilnya. Padahal angka rillnya, itu masyarakat,’’ ujar Yanuar.

Yanuar memberi contoh pelaporan  Badan Pusat Statistik (BPS)  soal pengangguran berkurang.  Menurut Yanua rada 18 juta masyarakat korban PHK yang selama ini mungkin balik di kampung   berkativitas bekerja dengan keluarga tapi tidak digaji.  Namun oleh BPS dilaporkan 18 juta tersebut  tetap sebagai pekerja.

‘’Tapi ini mereka bekerja sudah tidak digaji. Bang itu 18 juta orang. Angkanya gede lho Bang. Bukan angka kecil,’’ ujar Yanuar.

‘’Nah menjawab pertanyaan Bang Abraham Samad  tadi di mana tidak singkronnya antara angka pertumbuhan yang dilaporkan naik tapi kondisi masyarakat semakin sulit belanja. Jawabannya, pemerintah senangnya bermain-main di angka besarnya saja. Sementara angka detilnya (rill) tidak dibuka. Angka rill itulah kondisi masyarakat yang sesungguhnya.

Kegagalan Kompensasi Inflasi

Yanuar menyoroti pergeseran fungsi uang dari fungsi berjaga-jaga menjadi sekadar alat bertahan hidup. Beliau menekankan bahwa kenaikan inflasi yang tinggi tidak dibarengi dengan kompensasi yang layak bagi para penabung.

Menurut Yanuar mengutip pendekatan Keynes itu bahwa inflasi itu akan dikompensasi oleh kenaikan tabungan, bukan makan tabungan. Tapi orang punya tabungan diberikan kompensasi kenaikan bunganya, sehingga tidak makan tabungannya, tetap bunganya yang dimakan.

Kritik Terhadap Kebijakan Moneter

Yanuar juga mengkritik pandangan monetaris neoliberal yang terlalu mengandalkan utilisasi aset keuangan daripada penguatan daya beli riil. Menurutnya, pembiaran uang beredar di pasar keuangan tanpa peran negara yang kuat dalam menjaga keseimbangan hanya akan memperlebar ketimpangan.

1 komentar untuk “Ekonom Yanuar Rizky: Rakyat Sekarang Sudah Makan dengan Utang”

Tinggalkan Balasan ke someone Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top