Korban Meninggal di Sumatera Sudah Hampir Ribuan. Gubernur Aceh Kuatir Rakyat  Meninggal  Bertambah Karena Kelaparan

whatsapp image 2025 12 10 at 16.00.29

Tumpukan kayu pascabanjir bandang mengakibatkan putusnya akses ke Desa Tanjung Karang Aceh Tamiang (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta,– Korban  bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera (Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh) terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagaimana dilangsir dalam  gis.bnpb.go.id, data per Selasa (9/12/2025), korban jiwa  sudah mencapai  961 jiwa, korban hilang 293, dan luka-luka sebanyak 5 ribu orang. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan  di hari senin (8/12/2025) tim gabungan telah menemukan 40 jenazah  masing-masing di wilayah Aceh sebanyak  23  jenazah, Sumatera Utara  9  jenazah, sedangkan Sumatera Barat sebanyak  8 orang.

Menurut Muhari,  dengan adanya penambahan jumlah  jenazah yang ditemukan maka secara keseluruhan jumlah korban meninggal juga dinyatakan bertambah. Untuk wilayah Aceh, jumlah korban meninggal tercatat sudah mencapai 389 jiwa . Sumatra Utara sebanyak 338 korban jiwa dan Sumatera Barat 238 jiwa.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, seperti dikutip dalam laman detik.com  menyampaikan kekhawatirannya terkait bencana alam yang menerjang Aceh beberapa saat lalu.  Mualem demikian biasa disapa, khawatir banyak warganya yang meninggal dunia karena kelaparan di daerah terisolir.

“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan (mengkhawatirkan), mereka mati bukan karena banjir, tapi mati karena kelaparan, itu saja,” kata Mualem kepada wartawan, Sabtu (6/12).

Dia mengatakan Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen menjadi daerah terparah terdampak banjir. Saat ini paling dibutuhkan pasokan sembako dan air bersih.

“Masyarakat sangat membutuhkan sembako terutama di pedalaman belum terjamah,” ujarnya menambahkan penyaluran bantuan ke daerah pedalaman sangat sulit karena tidak ada akses darat. Logistik untuk pengungsi harus dipasok menggunakan perahu karet.

Dia meminta semua pihak termasuk kepala desa supaya proaktif agar bantuan dapat tersalurkan. Selain itu, fasilitas umum juga banyak hancur.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top