Lagi 133 Anak Tumbang Keracunan MBG di Lembang Bandung Barat, 30 Orang Terpaksa Dirawat.

copilot 20251029 104913

One Is Too Many, More Than One Is Stupid!  

Jakarta –  Korban keracunan  program MBG masih saja  terjadi dan terus berjatuhan hingga sekarang. Terbaru,  Rabu pagi ini, 29 Oktober 2025,   tepatnya di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan sebanyak 133  anak  dari  berbagai sekolah di daerah tersebut mengalami gejala keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), bahkan 30 orang di antara mereka harus mendapatkan perawatan intensif. 

Sementara itu, seperti dikutip dari Detik.com, Dinas Kesehatan Bandung Barat,  menyebutkan para siswa yang mengalami keracunan MBG tersebut berasal dari SD Negeri 2 Cibodas, SD Negeri Buahbatu, SMP Negeri 4 Lembang, dan SMK Putra Nasional Cibodas Kab.  Bandung Barat Jawa Barat


Lembaga JPPI mencatat hingga12 Oktober 2025,  jumlah anak yang sempat mengalami keracunan MBG  sudah mencapai  pada angka 11.566 orang anak.  Tentu ini belum termasuk  kasus yang terjadi di Cibodas Kab. Bandung Barat Prov. Jawa Barat.

Selama ini,  sejumlah pihak sudah angkat bicara berkaitan proyek MBG tersebut. Mereka  berharap  pemerintah  mau hadap diri melakukan evaluasi menyeluruh, melakukan pembenahan tata kelola pengelolaan proyek MBG tersebut. Semua ini penting dilakukan  demi jaminan keselamatan anak.  Bahkan  Presiden Prabowo Subianto sempat dikecam publik  dan dianggap terlalu menyederhanakan persoalan MBG  dengan membandingkan jumlah anak penerima MBG dengan presentasi jumlah anak yang menderita korban. Publik menilai keselamatan satu nyawa manusia jauh lebih berharga dan tidak bisa dihitung dengan menggunakan angka statistik.

Sebelumnya,  seperti dikutip dalam podcast  kanal You Tube Asanesia TV ,  mantan Anggota Ombudsman RI Periode 2009-2023  Alamsyah Saragih  juga angkat bicara dan menyesalkan pernyataan dari pemerintah yang seolah – olah bermain-main dengan angka. Menurutnya  keselamatan anak tidak bisa direduksi dengan angka statistik.

Dalam podcast tersebut yang dipandu  bersama Danardono Siradjudin dan Syamsuddin   Alimsyah selaku host,   Alamsyah  Saragih sempat mengutip Alamsyah juga mengutip pernyataan Lenin, seorang tokoh politik Rusia  bahwa ‘’kematian satu orang adalah tragedi. Dan lebih satu orang adalah statistik’’.   Pernyataan Lenin tersebut sesungguhnya ditujukan untuk menggambarkan korban meninggal akibat perang. Hanya saja, harus dipahami korban MBG adalah bukan korban peperangan.  Sebaliknya program MBG adalah pelayanan publik yang sudah tentu harus dijalankan  sesuai   dengan standar yang terukur dengan kualitas tinggi, tentu berdasarkan ukuran tingkat resiko yang ditimbulkan.  Dengan standar tersebut, maka semua kemungkinan resiko yang sudah dihitung dengan sendirinya diharapkan bisa teratasi semaksimal mungkin.  Alamsyah bahkan mengingatkan dalam pelayanan public selama ini sesungguhnya berlaku doktrin One Is Too Many, More Than One Is Stupid!  

1 komentar untuk “Lagi 133 Anak Tumbang Keracunan MBG di Lembang Bandung Barat, 30 Orang Terpaksa Dirawat.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top