Lukas Luwarso :  Jokowi Sudah Berpesta , Prabowo Sisa  Cuci Piring

c0002.00 23 56 01.still024


Foto: Abraham Samad SPEAK UP

Jakarta – Jurnalis senior, Lukas Luwarso  yang juga mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menjelaskan posisi Presiden  Prabowo  selama ini  sesungguhnya lebih banyak dibebani untuk menyelesaikan    masalah yang merupakan warisan peninggalan Jokowi selama 10 tahun berkuasa. Mulai dari  proyek infrastruktur yang tidak berfungsi atau menumpuknya jumlah utang yang begitu tinggi sepanjang sejarah perjalanan Bangsa hingga prilaku koruptif yang hampir terjadi di semua lini pemerintahan. 

‘’Prabowo ini sebenarnya  mewarisi kerusakan 10 tahun era Jokowi. Ibaratnya analogi klise Prabowi ini hanya cuci piring dari pesta yang sudah digelar oleh Jokowi selama 10 Tahun,’’ ujarnya saat tampil podcast di kanal youtube Abraham Samad Speak UP. 

Menurut Lukas, aksi unjuk rasa mahasiswa  bersama masyarakat akhir Agustus lalu yang berujung kerusuhan dan penjarahan  sesungguhnya menarik untuk dicermati, baik dari penyebab hingga luapan kemarahan publik saat itu. Bahkan aksi serupa juga sempat terjadi di beberapa belahan negara  di dunia seperti Sri Langka, Banglades, Prancis dan Nepal yang begitu heroic karena berhasil pembubarkan paksa pemerintahannya yang korup lalu membentuk pemerintahan transisi yang baru. 

‘’Bahwa semua ini penyebabnya karena ketidakadilan.  Sayang Prabowo tidak menyadari ini,’’ jelasnya. . Menurutnya Prabowo harusnya responsif dan menjadikan pembelajaran peristiwa agustus lalu. Termasuk juga dengan peristiwa yang terjadi di Banglades, Srilangka dan Nepal.  Menurut Lukas, aksi di Nepal sesungguhnya berbeda dj Indonesia. Di Nepal  gerakan yang dimptori anak anak generasi Z  sesungguhnya lebih terarah dan jelas sasarannya kepada pemerintahan yang berkuasa saat itu karena korup dal lain sebagainya.  Berbeda di Indonesia, tuntutan massa saat itu tidak ada yang mengarah tuntutan meronrong pemerintahan Prabowo. 

‘’Masyarakat sepertinya  sadar betul apa yang dialami, dirasakan selama ini merupakan hasil  peninggalan Jokowi. Yang ada, publik kecewa kepada Jokowi. Dan juga kepada Gibran karena di dalamnya juga ada campur tangan Jokowi. Terhadap anggota DPR yang¹1 rumahnya  sempat dijarah sesungguhnya itu baru permulaan saja,’’ jelasnya.  

Menurutnya, Prabowo seharusnya segera sadar dan menjadikan peristiwa unjuk rasa akhir agustus lalu termasuk kejadian di belahan dunia  sebagai pembelajaran berharga, membuka diri dan menangkap aspirasi publik. Prabowo harusnya tidak melanjutkan prilaku politik Jokowi yang mementingkan kekuasaan atas dirinya semata.  Tentu dengan memutus hubungan yang bisa mengundang Jokowi  untuk bisa terus melakukan cawe cawe dalam pemerintahannya. (ASA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top