Jakarta – Lukas Luwarso, jurnalis senior yang juga aktivis Bon Jowi (Bongkar Ijazah Jokowi) mengkritik sekaligus menyangkan sikap mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak gentleman, tidak kesatria menunjukkan sendiri ijazahnya ke publik, untuk mengakhiri kegaduhan yang sudah terjadi selama ini. Namun yang terjadi sebaliknya, Jokowi bermain petak umpet minjam mulut dan tangan orang untuk menjelaskan ijazahnya. Yang lebih fatal ketika menggunakan Kepolisian dengan motif untuk memenjarakan Roy Suryo dkk atau siapa pun yang bertanya karena keingin tahuan atas ijazah Jokowi.
Demikian ditegaskan Lukas Luwarso yang juga dikenal sebagai pendiri dan mantan Ketua Pertama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) saat tampil dalam podcast di kanal You Tube Abraham Samad Speak UP kemarin.
Lukas membenarkan hingga sekarang ini percakapan di media sosial tentang ijazah Jokowi masih terus menarik perhatian public. Lukas dengan nada kecewa mempertanyakan sikap ngentelemn Jokowi yang hingga sekarang ini tidak juga memperlihatkan ijazahnya ke public, jika memang ada dan asli. Sebaliknya Jokowi terkesan sengaja membuat sibuk sendiri relawannya untuk terus-terusan mengklarifikasi ke public hingga jadi gaduh seperti sekarang ini.
‘’Sekarang ini, orang ingin tahu kok Ijazah Jokowi itu ada di mana? Jadi, ada pendukung Jokowi yang mengaku punya foto asli ee apa ijazah Jokowi gitu ya. Itu ada keanehan. Begini loh, kenapa yang harus nunjukin si itu siapa itu namanya si orang itu? (relawan Jokowi—red). Kenapa bukan Jokowi sendiri,’’ ujar Lukas dengan nada tanya.


Menurutnya, Jokowi sesungguhnya bisa secara resmi membuat press conference di rumahnya dengan mengundang semua wartawan. Bahkan, bila perlu sebelumya juga mengundang para ahli digital forensik, ahli dokumen untuk menguji ijazahnya.
‘’ Dan dialah (Jokowi—red) yang press conference gitu. Tidak memakai pihak ketiga yang nuansanya hanya nyinyir yang juga hanya katanya benar asli, kata dia,’’ tambahnya mengingatkan untuk akuntabilitasnya, dalam press conference tersebut Jokowi Selain ijazahnya ditunjukkan, dia juga harus menunjukkan kalau masih punya beberapa dokumen-dokumen yang mendukung bahwa ijazah ini benar diperoleh secara wajar dan sah
‘’Tapi kan yang itu tidak dia (Jokowi—red) lakukan. Dia menggunakan petak umpet minjam orang untuk ngomong. E relawan suruh ngomong dan kemudian yang paling fatal adalah memakai kepolisian untuk mengkriminalisasi dan menuduh fitnah. Bahkan teman-teman e Roy Serio dan kawan-kawan sudah di tersangkakan ada delapan orang ya. Nah, itu yang menurut saya motif yang tidak baik ya kelihatan motif jahat untuk mememenjarakan orang yang bertanya, orang yang ingin tahu apakah benar ijazahnya ada dan asli atau palsu.



