Sri Radjasa : Jokowi Pernah Ditemui Agen CIA (Foto ASA Indonesia
Jakarta — Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa Chandra, membongkar fakta sesungguhnya dibalik pertemuan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB). Ia, menuding Jokowi secara sengaja dan sadar telah melakukan manipulasi fakta dan informasi atas pertemuan tersebut seolah-olah Ustadz Abu Bakar Basyir hadir di kediamannya memberi dukungan moral terhadap dirinya di saat dukungan institusi formil politik sudah mulai redup.
Sri Rahadjasa yang juga dikenal sebagai mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) menyampaikan hal tersebut saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP yang diunggah, Kamis, 9 Oktober 2025..

Sri Radjasa, dalam podcast tersebut yang dipandu mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad, membongkar peristiwa yang sesungguhnya di balik adanya pertemuan Ustadz ABB dengan Jokowi. Bahwa memang benar ada pertemuan tersebut namun bukan memberi dukungan tapi menegur Jokowi karena sudah terlampau jauh banyak melakukan kerusakan selama ini.
‘’ Ustadz Abu Bakar Baasyir datang atas inistaifkedatangan ustadz Abu Bakar Baasyir atas inisiatif sendiri. Karena mengingat, kita melihat bahwa ketajaman spiritual Baasyir selama ini, dia melihat ada yang sudah melampaui batas dilakukan oleh Jokowi. Sebagai ulama dia berkeyakinan, berkewajiban menegur umara. Ini konteksnya sehingga dia harus mendatangi Jokowi,’’ ujarnya.
Menurutnya, sesuai informasi yang berhasil dirangkum olehnya dari dalam lingkaran Jokowi, Ustadz ABB tiba di rumah Jokowi pukul 10.00. Namun oleh protokoler dari pihak Jokowi, Alasannya akan koordinasi dulu dengan Jokowi. Jadi Ustadz ABB tidak diterima langsung melainkan diminta menunggu di luar. Bahkan sekitar 30 menit baru petugas datang langsung menyapa Ustadz ABB dan mengkonfirmasi Jokowi sedang tidak di rumah. Namun pihaknya menginformasikan bila Jokowi bersedia terima jam 1 siang, sehingga Ustad ABB dulu,
‘’Padahal saya tahu, Jokowi saat itu ada di rumah. Ada di dalam. Ini informasi valid dari dalam,’’ ujarnya lagi mengaku sedih ulama diperlakukan demikian.
Usta ABB yang begitu jujur tidak pernah curiga bila pertemuan tersebut dikondisikan untuk penetingan show pencitraan. Ustadz ABB karena niatnya tulus akhirnya benar kembali lagi pukul 13.00 sesuai yang dijanjikan. Mereka kemudian diterima di dalam dengan tertutup. Ustadz ABB kesampaian niatnya sebagai ulama menyampaikan pesan-pesannya kepada Jokowi yang sifatnya teguran kepada Jokowi yang selama ini dianggapnya banyak melakukan kerusakan di tanah air.
‘’Baasyir tidak pernah menduga kalau pertemuan itu sudah dikondisikan. Begitu keluar langsung banyak media dan Jokowi show sampai cium tangan. Ingin memberi pesan ke public seolah mendapat dukungan secara moral dari ulama kharismatik di saat dukungan formil dari partai politik mulai hilang. Padahal semuanya tidak benar. Baasyir murni sebagai ulama menegur umara,’’ ujarnya.
Menurutnya ustadz ABB sesungguhnya sudah paham betul karakter Jokowi. Termasuk Ustadz ABB pernah dijanjikan oleh Jokowi bila berkuasa akan menerapkan islam kaffah sebagaimana didakwakan Ustadz ABB selama ini.
‘’Tapi faktanya di era beliaulah ulama banyak dikriminalisasi,’’ katanya. Bahkan Sri tegas menyebut Jokowi banyak tahu di balik penangkapan terorisme. Saat terosime di Thailand ditangkap Bernama Hambali dan ada hubungan dengan Ustad ABB, Jokowi sempat didatangi dua orang CIA di Solo. Dua orang itu Bernama, Anjero dan David willian.
‘’Jadi saya tegaskan tidak ada dukungan. Sebagai Kiyai, murni mereka datang menegur umara karena sudah banyak melakukan kerusakan,’’ tegasnya
.



