Pitan Daslani : MBS Aktif Komunikasi Desak Amerika Serang Iran?

whatsapp image 2026 03 18 at 10.09.28 (1)

JAKARTA– Geopolitik Timur Tengah kini berada dalam titik didih yang melibatkan konstelasi aliansi lebih kompleks dari sekadar konfrontasi Amerika Serikat dan Iran. Pemerhati  hubungan internasional, Pitan Daslani, mengungkapkan adanya pergeseran kekuatan besar yang melibatkan keterlibatan aktif negara-negara Arab serta pengaruh Rusia dan Tiongkok.

Desakan Rahasia Riyadh kepada Washington

Salah satu poin paling krusial dalam analisis Pitan adalah peran aktif Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Meski di permukaan tampak berhati-hati, informasi internal menyebutkan MBS secara intensif mendesak Donald Trump untuk segera mengambil tindakan militer terhadap Iran.

“MBS bolak-balik menelepon Trump, meminta agar Iran segera ‘dihajar’. Arab Saudi merasa terancam dengan dominasi Iran dan kemajuan nuklirnya. Jika Iran punya satu nuklir, maka Saudi pun menuntut hal yang sama kepada Amerika,” ungkap Pitan Daslani. Hal ini memicu perlombaan senjata baru di kawasan, di mana Saudi kini meminta AS membangunkan fasilitas nuklir sebagai imbalan pakta pertahanan.

Blok Pertahanan: Pakistan, Rusia, dan Tiongkok

Pitan juga memetakan potensi keterlibatan kekuatan nuklir lainnya, yaitu Pakistan. Melalui Mutual Defense Agreement, Pakistan berkewajiban membantu Arab Saudi jika diserang, dan sebaliknya. Ini menciptakan perimbangan kekuatan Sunni yang sangat besar di kawasan.

Di sisi lain, posisi Rusia dan Tiongkok dinilai lebih pragmatis:

  • Rusia: Meski memiliki kedekatan dengan Iran, Moskow saat ini masih terkonsentrasi pada konflik di Ukraina. Namun, Rusia tetap menjadi pendukung strategis Iran untuk menjaga keseimbangan pengaruh melawan NATO.
  • Tiongkok: Beijing lebih memilih peran sebagai penonton yang meraup untung dari perdagangan senjata dan pasokan energi. Tiongkok tidak ingin Selat Hormuz tertutup karena 80% kebutuhan minyaknya bergantung pada pasokan dari Iran.

Iran: Mencari Perlindungan Formal

Menghadapi tekanan blok pro-Barat, Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang mengupayakan penandatanganan pakta pertahanan bersama dengan Rusia dan Tiongkok secara formal.

“Selama ini Iran belum memiliki perjanjian pertahanan bersama yang mengikat seperti Rusia dengan Korea Utara. Jika kesepakatan ini ditandatangani, maka serangan terhadap Teheran bisa berarti undangan perang bagi Moskow dan Beijing,” tambah Pitan.

Simpul Konflik yang Meluas Analisis Pitan Daslani menyimpulkan bahwa konflik ini bukan lagi sekadar urusan dua negara, melainkan perang saraf global. Ketidaktakutan Iran untuk menutup jalur perdagangan

1 komentar untuk “Pitan Daslani : MBS Aktif Komunikasi Desak Amerika Serang Iran?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top