Apa Hasil Pertemuan dengan Jonan?
Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menjamin tidak ada masalah dengan kereta cepat (whoosh) Jakarta Bandung, menuai spekulasi publik. Apakah pernyataan tersebut dimaksudkan untuk melindungi Jokowi dan mengabaikan suara publik termasuk pandangan Ignasius Jonan.
Pernyataan Prabowo yang menyebut tidak ada masalah dengan Whoosh disampaikan langsung saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru Jakarta hari ini Selasa (4 November 2025).
Sehari sebelum pernyataan tersebut disampaikan, Prabowo sebenarnya sempat juga mengundang Igantius Jonan ke istana. Jonan, adalah salah satu sosok bersama dengan Agus Pambagio yang sejak awal menyatakan sikap tegasnya tidak setuju dengan proyek kereta cepat yang dikerja samakan dengan Cina karena berbagai alasan termasuk tidak visible dan costly. Bahkan, Agus saat tampil dalam podcast Abraham Samad membeberkan bagaimana sikap kekeh Jonan sampai mempertaruhkan karirnya dicopot dari Menteri Perhubungan karena sikapnya tidak setuju dengan proyek kereta cepat tersebut.
‘’Saya tanya resikonya berat lho, anda dipecat dari Menteri. Ndak apa-apa,’’ ujar Pambagio menirukan jawaban Jonan ketika ditanya sikapnya soal kereta cepat saat itu. Pambagio dan Jonan adalah dua kawan lama yang sama-sama membenahi PT KAI yang saat itu kondisi keuangannya merugi terus sementara pelayanannya di masyarakat juga tidak optimal, selain tidak nyaman bahkan membahayakan keselamatan penumpang.
Prabowo membenarkan bahwa dirinya sudah bertemu dan berdiskusi dengan Jonan dengan membahas banyak hal termasuk soal kereta cepat. Baik Jonan maupun Prabowo tidak memberi konfirmasi hasil pertemuan di istana. Prabowo di hadapan wartawan saat peresmian statisun Tanah Abang baru hanya menjelaskan dirinya berbangga banyak bertemu dan berdiskusi dengan berbagai sosok tokoh anak bangsa. Namun seperti dalam pidatonya, Prabowo menyebut dirinya akan bertanggungjawab dalam proyek whoosh tersebut. Termasuk polemik selama ini soal utang juga akan ditanganinya.
“Jadi sudahlah, saya sudah katakan presiden RI yang ambil alih tanggung jawab. Nggak usah ribut,” tegasnya.




Wahh kalo gini jadi nyusahin negara nih