Syahganda :  Setahun Presiden. Gaya Politik Prabowo Seperti Menarik Benang di Tepung Beras

whatsapp image 2025 10 17 at 16.59.42 (1)

Jakarta – Aktivis Pergerakan, Syahganda Nainggolan  memahami selama ini publik masih saja ada yang meragukan kinerja Prabowo dan   beranggapan masih tunduk dalam kendali Jokowi.  Pada hal sesungguhnya tidak demikian adanya. Prabowo dalam banyak kebijakan secara perlahan dan pasti,  sekarang ini sedang berproses melumpuhkan atau bahkan membuang geng Jokowi dalam lingkarannya.

‘’Prabowo itukan seperti menarik tali di tepung beras khan,  nggak hancur, pelang-pelang. Kita liat misalkan, bagaimana  dulu Bahlil seperti  orang yang paling hebat sebagai orang Jokowi, dan  menganggap Jokowi adalah raja Jawa, iya khan?  Yang nggak bisa dikalahkan. Dan dia kemudian mengambil alih Golkar.  Tapi sekarang Bahlil sudah berubah. Bahkan tidak pernah lagi kelihatan pergi ke Solo.  Bahlil tidak lagi berani menyebut raja Jawa,’’ ujarnya saat tampil dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad Speak UP  membahas evaluasi kinerja setahun kepemimpinan Prabowo Subianto  yang diunggah  Selasa  14 Oktober  2025.

Dalam podcast tersebut  yang dipandu langsung mantan Ketua KPK Periode 20211-2015 Abraham Samad,  Syahganda  tampil dengan gaya bicara yang lugas dan kritis.  Menurutnya, selama ini Prabowo banyak menanggung beban amat berat kebobrokan negara atas peninggalan Jokowi selama 10 tahun berkuasa.  Dan Prabowo sangat menyadari hal  tersebut sehingga tidak punya pilihan selain menyingkir Jokowi bersama gengnya yang selama ini berada dalam lingkarannya, meski dengan cara yang tidak terlalu prontal karena pertimbangan tertentu.  

.Syahganda  menekankan pentingnya keberanian dalam memimpin. Meski, ia mengaku memahami pilihan gaya politik Prabowo  yang halus.  ‘’Kalau saya sapu bersih langsung orang-orang Jokowi. Tapi itu kan cara. Semua pemimpin punya cara, tidak boleh mengaku hanya kita yang  benar”  ujarnya dalam program Abraham Samad SPEAK UP:

Syahganda Nainggolan mengkritisi keberadaan figur-figur dari pemerintahan sebelumnya (era Jokowi) yang masih mendominasi dalam struktur kekuasaan Prabowo.  Menurutnya, figure-figur tersebut bukan tidak pintar tapi bermental rusak. Pada hal figur tersebut bermental rusak.

‘’Orang-orang Jokowi itukan,  sebenarnya orang – orang yang mentalnya rusak. Bukan nggak pintar. Saya nggak mau bilang bahwa orang itu tidak pintar. Sebab pintar itu relative.  Tapi orang mental rusak itu bahaya. Orang mental rusak itu apa? Mental rusak itu, orang yang di kepalanya begitu lihat negara, mau rampok,’’ ujarnya lagi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top