ANALISIS PITAN DASLANI: Hegemoni Washington Memudar, Muncul Pakta Pertahanan Baru di Eropa

whatsapp image 2026 04 23 at 17.00.38

JAKARTA – Eskalasi di Selat Hormuz yang kian membara bukan sekadar konflik regional, melainkan awal dari keruntuhan dominasi global Amerika Serikat. Pemerhati luar negeri, Pitan Daslani, menyoroti fenomena menarik di tengah aksi blokade AS terhadap kapal kargo Iran: munculnya keinginan negara-negara Eropa untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Washington dan membentuk aliansi baru yang lebih otonom.

Kegagalan Blokade dan Krisis Kepercayaan Sekutu

Dalam diskusi terbaru di kanal Abraham Samad Speak Up, terungkap bahwa strategi “bajak laut” yang diterapkan AS di perairan internasional justru menjadi bumerang. Meskipun AS mencoba mencekik ekonomi Teheran melalui blokade Selat Hormuz, Iran terbukti masih mampu menerabas sanksi dan mengekspor minyaknya ke pasar global.

Pitan Daslani menilai kegagalan AS dalam “menjinakkan” Iran telah memicu krisis kepercayaan di kalangan sekutu tradisionalnya di Eropa. Washington dianggap tidak lagi mampu menjamin stabilitas keamanan energi global, sementara tindakan militernya justru kian provokatif tanpa solusi jangka panjang.

Eropa Menuju Aliansi “Mandiri”

Menurut pandangan Pitan, terdapat pergeseran signifikan di Brussels dan ibu kota Eropa lainnya. Negara-negara Eropa mulai menyadari bahwa ketergantungan pada NATO—yang didominasi AS—kini membawa risiko besar bagi kedaulatan mereka.

  • Sepaham dan Sepikiran: Muncul keinginan kuat untuk membentuk aliansi baru yang berfokus pada kepentingan kolektif Eropa tanpa harus terseret dalam “perang orang lain” yang dipicu oleh agenda domestik AS.
  • Faktor Trump dan Ketidakpastian: Seiring dengan perubahan politik di internal AS (era Trump 2025-2026), Eropa mulai melihat bahwa AS tidak lagi bisa diandalkan sebagai pelindung keamanan yang stabil.
  • Aliansi Geopolitik Baru: Aliansi baru ini diprediksi akan lebih condong pada pendekatan diplomasi pragmatis, termasuk membuka komunikasi dengan kekuatan Timur Tengah seperti Iran, guna mengamankan jalur perdagangan energi tanpa harus melalui konfrontasi militer.

Dampak Bagi Indonesia

Pitan Daslani mengingatkan bahwa Indonesia harus waspada terhadap perubahan peta kekuatan ini. Memudarnya pengaruh AS di Timur Tengah dan munculnya aliansi Eropa yang mandiri menandakan dunia sedang bergerak menuju era multipolar.

“Jangan pernah menyangka negara yang sekarang berbaik dengan kita akan selamanya berbaik. Sejarah menunjukkan hubungan internasional bisa berubah dengan cepat,” tegas Pitan.

Indonesia didorong untuk memperkuat pertahanan nasional secara mandiri dan tidak terjebak dalam blok mana pun, mengingat konflik Iran-AS kini telah menjadi katalisator bagi pecahnya aliansi-aliansi lama yang selama ini dianggap permanen

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top