Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi: Nelayan dan Trip Wisata Dilarang Mendekat

image (39)

ketgamb: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih mengalami erupsi tiga kali, Rabu (8/7/2026) pagi. (dok PVMBG/detik.com)

Baca artikel detiknews, “Bupati Lamsel Imbau Warga Tak Dekati Gunung Anak Krakatau Usai Erupsi” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8564771/bupati-lamsel-imbau-warga-tak-dekati-gunung-anak-krakatau-usai-erupsi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Gunung api aktif ini dilaporkan kembali mengalami rentetan erupsi, dengan letusan terbaru tercatat pada Rabu dini hari dan pagi hari (8/7/2026). Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengeluarkan larangan keras bagi warga, nelayan, maupun pelaku usaha wisata untuk mendekati zona bahaya.

Berdasarkan data resmi dari laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia dan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, sepanjang awal Juli 2026 ini, Gunung Anak Krakatau setidaknya telah mengalami lebih dari empat kali rangkaian erupsi yang cukup intens. Setelah sempat memuntahkan kolom abu setinggi 150 meter pada Senin sore (6/7), GAK kembali mencatatkan dua kali gempa letusan pada Rabu (8/7) dini hari antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik kini terpantau mencapai 200 hingga 250 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan melaporkan kolom abu kelabu tersebut bergerak condong ke arah utara dan barat laut. Secara instrumen, kegempaan juga didominasi oleh gempa harmonik berkali-kali, menandakan pergerakan magma menuju permukaan masih terus berlangsung aktif. Atas dasar evaluasi teknis ini, Badan Geologi Kementerian ESDM masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Bupati Tegaskan Keselamatan Jiwa adalah Prioritas

Sementara itu, seperti dikutip dari laman detik.com. merespons peningkatan status dan intensitas erupsi ini, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, telah t mengimbau warganya untuk memperketat kewaspadaan. Pihaknya meminta dengan tegas agar seluruh aktivitas manusia di dalam radius berbahaya dikosongkan.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Sekarang statusnya sudah Level III atau Siaga. Sesuai dengan rekomendasi otoritas vulkanologi, dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif sama sekali tidak boleh ada aktivitas. Hari ini kami bersama instansi terkait terus memonitor ketat perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam keterangan resminya kepada wartawan.

Bupati yang akrab disapa Egi ini juga menyoroti adanya laporan di lapangan mengenai masih adanya oknum nelayan dan penyedia jasa wisata (open trip) yang nekat mendekati kawasan perairan pulau vulkanik tersebut demi alasan ekonomi. Ia mengingatkan agar faktor keselamatan tidak dikorbankan demi keuntungan sesaat.

“Kami mengimbau keras para nelayan maupun pihak-pihak yang membuka trip wisata ke sana, untuk sementara waktu jangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Tolong patuhi batas perimeter aman ini demi keselamatan bersama agar kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Egi.

Kondisi Perairan Terpantau Tenang namun Siaga

Meskipun aktivitas kawah utama terus mengembuskan asap putih tebal dan material abu, Pos Pengamatan melaporkan kondisi perairan di sekitar Selat Sunda dan Pulau Sebesi saat ini relatif tenang dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gelombang laut yang mencurigakan.

Pemkab Lampung Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini terus berkoordinasi secara berkala dengan PVMBG untuk memitigasi segala risiko buruk. Masyarakat di sepanjang pesisir Pantai Lampung Selatan diminta untuk tidak termakan oleh video-video hoaks letusan dahsyat lama yang kembali beredar di media sosial, dan diimbau hanya memercayai kanal informasi resmi pemerintah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top