Terbongkar di Balik Demo 27 Agustus: Kemurnian Aksi Warga Pati dan Skenario Penunggang Kerusuhan

image (48)

dok: (ist)

JAKARTA — Di balik dinamika aksi massa di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus lalu, terkuak kesaksian penting mengenai kondisi riil warga asal Pati yang bertolak ke Jakarta. Di tengah derasnya tudingan politik dan rumor liar di ibu kota, fakta di balik panggung menyibak kontras antara ketulusan tuntutan rakyat kecil dengan ancaman skenario kerusuhan yang mengintai.

Kesaksian Nelayan Banten: Gerakan Pati Murni Tanpa Tunggangan

Kesaksian mendalam ini dibeberkan oleh Kang Kholid, seorang nelayan pejuang asal Banten yang konsisten melawan oligarki proyek PIK 2. Saat hadir dalam tayangan di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Kang Kholid membantah keras narasi yang menyebut pergerakan Kawan Pati ditunggangi atau dibiayai oleh kekuatan politik elit.

“Teman-teman Pati ini murni dan tulus. Mereka datang dari daerah dengan keresahan yang sama seperti kami warga Banten yang terdampak oligarki. Isu kalau mereka dibiayai ‘Geng Solo’ untuk bikin kerusuhan itu bohong. Di lapangan, makan mereka saja cuma pakai tempe dan telur dadar,” tegas Kang Kholid dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Menurut Kang Kholid, tuntutan yang diusung warga Pati sangat mendasar dan lahir dari kejengkelan polos rakyat atas keserakahan koruptor, yaitu perampasan aset koruptor dan hukuman mati bagi koruptor.

Membaca Indikasi ‘Chaos’ dan Ancaman Kambing Hitam

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan menjelang hari aksi, Kang Kholid bersama jaringan intelijen rakyat dan tokoh Betawi menemukan sejumlah tanda-tanda kejanggalan di area DPR RI.

Poin TemuanDetil Pengamatan di Lapangan
Massa PenyusupTerlihat pergerakan kelompok massa bayaran yang tidak dikenal dan dalam kondisi mabuk, disinyalir disiapkan memicu kerusuhan.
Ancaman Kambing HitamAda skenario membonceng aksi tulus Pati agar terjadi bentrokan, sehingga penangkapan terhadap warga Pati bisa diluncurkan.
Pengalihan Isu UtamaApabila bentrokan pecah dan penangkapan terjadi, fokus isu substansial UU Perampasan Aset diyakini akan menguap dan berganti menjadi konflik penangkapan.

Langkah Penyelamatan dan Pembubaran Diri

Menyadari potensi bahaya yang dapat memakan korban rakyat polos, Kang Kholid mengambil langkah cepat dengan mendatangi markas konsolidasi warga Pati. Ia memberikan petunjuk peta keamanan lapangan dan menyarankan agar pimpinan aksi segera menarik diri sebelum situasi memanas.

“Saya bilang ke Mas Botok dan kawan-kawan Pati, kalau jam 12 siang ada gelagat tidak baik, langsung balik kanan. Jangan sampai ketulusan rakyat dimanfaatkan orang serakah yang mau mencari kambing hitam,” ujar Kang Kholid.

Petunjuk tersebut dipatuhi. Pada pukul 12.00 WIB, massa Pati dan jaringan pendamping secara tertib menghentikan aksi dan membubarkan diri dari kawasan Senayan.

Eskalasi Premanisme dan Desakan Ketegangan Hukum

Kang Kholid menegaskan bahwa kerusuhan yang belakangan terjadi di lapangan bukan berasal dari massa Pati maupun elemen pejuang rakyat. Kerusuhan tersebut dipicu oleh aksi overacting kelompok ormas/preman yang berdalih mengamankan situasi namun justru menyulut bentrokan hingga menimbulkan korban jiwa.

Menyikapi hal ini, Kang Kholid mendesak Presiden Prabowo dan aparat kepolisian untuk menindak tegas seluruh pelaku kejahatan dan kelompok preman di lapangan tanpa pandang bulu atau terikat utang budi politik, agar hukum tetap menjadi panglima tertinggi di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top