Mahasiswa UI saat demo di HI (dok ist akurat.co )
JAKARTA, 28 OKTOBER 2026 — Pusat Kota Jakarta hari ini bakal lumpuh oleh lautan massa. Ribuan hingga diperkirakan mendekati puluhan ribu mahasiswa dari lintas universitas tumpah ruah di jalan khususnya di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebelum bergerak menuju Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI. Berdasarkan flayer yang ramai beredar di media sosial, aksi berskala besar ini mengusung agenda utama: desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, evaluasi total efisiensi anggaran negara, serta sejumlah tuntutan reformasi politik lainnya.
1. Duduk Perkara Eskalasi Isu Konstitusional & Cacat Administrasi
Esensi dari desakan pemakzulan yang disuarakan oleh elemen mahasiswa hari ini berpijak pada fakta hukum yang terungkap dalam persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini.
Para demonstran menilai tuntutan pemakzulan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat dan konstitusional:
- Temuan Hakim Konstitusi: Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim MK menyatakan tidak menemukan bukti dokumen otentik yang meyakinkan mengenai kelulusan pendidikan tingkat SMA atau sederajat atas nama Gibran Rakabuming Raka.
- Persoalan Surat Keterangan: Saat mendaftar sebagai pasangan calon di KPU, yang dilampirkan hanya berupa Surat Keterangan Penyetaraan dari Kementerian Pendidikan.
- Pelanggaran Prosedur: Elemen massa mengkritik bahwa proses penerbitan surat keterangan penyetaraan tersebut cacat prosedur/administrasi karena tidak melalui tahapan pengujian dan verifikasi berkas yang semestinya.
Isu cacat syarat administrasi pencalonan inilah yang memicu krisis legitimasi kepemimpinan dan dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip konstitusi dalam pengelolaan tata negara.
2. Langkah Antisipasi Kemacetan: Dishub & Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Menanggapi konsentrasi massa di koridor Bundaran HI, Monas, hingga Gedung DPR/MPR, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Dirlantas Polda Metro Jaya sebagaimana dikutip di media detik.com, telah menyiagakan ratusan personel dan meretas skenario rekayasa lalu lintas (traffic management) guna mengantisipasi kelumpuhan total jalur utama.
A. Penutupan dan Penyekatan Jalan Utama
- Koridor Sudirman–Thamrin: Jalur dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin ditutup bertahap mengikuti pergerakan massa.
- Kawasan Medan Merdeka (Monas): Akses menuju Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Selatan dialihkan total.
- Kawasan Gatot Subroto (Depan Gedung DPR/MPR): Kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi disekat dan diluruskan ke arah jalur alternatif.
B. Rute Alternatif Bagi Pengendara
- Dari Selatan (Blooms/Senayan) Ke Utara (Harmoni/Kota):
- Kendaraan dialihkan melalui Jalan Hang Lekir – Jalan Patal Senayan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan S. Parman – Jalan Tomang Raya.
- Dari Timur (Cawang/Pancoran) Ke Slipi/Tomang:
- Pengendara diarahkan belok ke Jalan Kapten Tendean – Terusan Rasuna Said – Jalan Professor Dr. Satrio atau melintasi Jalan MT Haryono – Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Permata Hijau.
- Di Sekitar Kawasan Monas & Gambir:
- Arus kendaraan dari Harmoni menuju Kemayoran/Pulo Gadung dialihkan melintasi Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Pos – Jalan Dr. Sutomo.
- Penumpang Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Gambir diimbau berangkat lebih awal dan memperhitungkan akses putar arah.
3. Situasi Lapangan dan Imbauan Petugas
- Pengamanan Petugas: Ribuan personel gabungan dari TNI/Polri serta Dishub DKI ditempatkan pada titik-titik rawan persimpangan untuk mengurai titik mati (deadlock) lalu lintas.
- Layanan Transportasi Umum: Layanan Bus TransJakarta di Koridor 1 (Blok M–Kota) dan beberapa koridor terdampak dialihkan operasionalnya atau diberlakukan sistem non-stop pada halte-halte dekat pusat aksi.
- Imbauan Publik: Masyakarat umum mengimbau pengendara non-demonstran untuk menghindari pusat kota (Gatot Subroto, Sudirman-Thamrin, dan kawasan Monas) serta beralih menggunakan moda transportasi berbasis rel seperti MRT dan LRT.



