Analis IPSI : Ini  Ketahanan Rezim Iran dan Proyeksi Peta Baru Timur Tengah

whatsapp image 2026 04 02 at 18.05.25

JAKARTA – Konflik di Timur Tengah bukan lagi sekadar adu kekuatan amunisi, melainkan uji ketahanan rezim dan visi jangka panjang. Pakar dari Indo-Pacific Strategic Intelligence (IPSI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri, menegaskan bahwa ketahanan domestik Iran dan soliditas jaringan proksinya menjadi kunci utama dalam memproyeksikan masa depan kawasan tersebut.

Dalam analisisnya sebagaimana dikutip di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Aisha membedah mengapa sanksi ekonomi bertubi-tubi gagal meruntuhkan struktur kekuasaan di Teheran, serta bagaimana hal ini akan membentuk keseimbangan kekuatan (balance of power) baru.

1. Soliditas “Axis of Resistance” di Bawah Tekanan

Aisha menjelaskan bahwa ketahanan rezim Iran tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh jaringan regional yang kohesif.

  • Ideologi vs Logistik: Meskipun ditekan secara ekonomi, loyalitas kelompok seperti Hezbollah, Houthi, dan milisi Irak terhadap pusat komando di Teheran tetap solid.
  • Adaptasi Sanksi: “Iran telah belajar hidup dalam tekanan selama puluhan tahun. Mereka membangun ekonomi bawah tanah dan jalur logistik mandiri yang membuat struktur militer mereka tetap berfungsi di tengah isolasi internasional,” ungkap Aisha.

2. Proyeksi Kedepan: Menuju “Multi-Polaritas” Regional

Berdasarkan eskalasi saat ini, Aisha memproyeksikan beberapa skenario masa depan yang akan dihadapi oleh Amerika Serikat dan Israel:

  • Pelemahan Dominasi Tunggal AS: Washington tidak lagi bisa mendikte kemauan politiknya secara absolut di Timur Tengah. Negara-negara kawasan mulai melirik aliansi alternatif (seperti China dan Rusia) sebagai penyeimbang.
  • Normalisasi yang Terhambat: Proyek normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab terancam stagnan atau berbalik arah akibat tekanan publik atas eskalasi konflik yang berkepanjangan.

3. Diplomasi di Ujung Tanduk

Aisha menekankan bahwa ke depannya, kekuatan militer hanya akan menjadi alat untuk memperkuat posisi di meja perundingan.

“Iran tidak berniat memicu perang nuklir atau perang total yang menghancurkan diri sendiri. Proyeksi mereka adalah membuat pendudukan atau tekanan AS-Israel menjadi sangat mahal (costly), sehingga pada akhirnya diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar yang tersisa bagi Barat,” jelasnya.

“Ketahanan rezim Iran dan kemampuan mereka memproyeksikan kekuatan melalui front-front luar adalah bukti bahwa strategi pengepungan yang mereka terapkan berhasil menciptakan kebuntuan (stalemate) strategis bagi Amerika Serikat,” pungkas Aisha.

sumber : Amerika-Israel Dikepung dari 3 Front. Rudal Hypersonic & 8000 Ranjau Laut Iran Menghadang | #SPEAKUP – YouTube

1 komentar untuk “Analis IPSI : Ini  Ketahanan Rezim Iran dan Proyeksi Peta Baru Timur Tengah”

Tinggalkan Balasan ke someone Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top