Anhar Gonggong : Partai Komunis di Manapun Selalu dengan Darah

whatsapp image 2025 10 02 at 10.08.51

Jakarta — Sejarawan Indonesia Prof. Dr. Anhar Gonggong, MA  mengungkapkan  fakta sejarah partai komunis di manapun di belahan dunia  ini  untuk mendapatkan kekuasaan selalu diwarnai dengan darah.  

‘’Bahwa sepanjang perjalanan untuk mendapatkan kekuasaan, Partai Komunis  di manapun di dunia ini, tidak pernah ada  yang tidak dengan darah. Tidak ada partai komunis di dunia yang mendapatkan kekuasaan tanpa  dengan darah,’’ tegas Prof Anhar dalam Chanel You tube Abraham Samad Speak UP.    

Menarik dalam dialog tersebut Prof Anhar langsung memotong  pernyataan Abraham Samad  sebagai host mengunakan istilah pemberontakan PKI dengan mengganti kata penghianatan PKI.   Menurut Prof Anhar,   selama ini ada kesalahan yang dilakukan orang ketika membicarakan  Gerakan PKI di Indonesia seakan-akan hanya  ada di tahun 1965. Padahal sesungguhnya menjadi paling penting diketahui adalah  proses sampai di tahun 1965 tersebut. 

‘’Di situlah macam macam hal terjadi. Dan itu berkaitan dengan proses bagaimana PKI memahami dan  berada dalam situasi tersebut.  Ini kaitannya  dengan posisi Presiden Soekarno,’’ tambahnya  menjelaskan bahwa selama 20 tahun menjabat Presiden  sesungguhnya hanya sekitar 6 tahun sebagai Kepala Pemerintahan.  Selama Indonesia mencapai  kemerdekaan (Merdeka dalam arti kamus besar Indonesia—red) yang selalu memegang pemerintahan adalah parlementer (Perdana Menteri).  Soekarno baru kemudian benar menjadi pemimpin setelah ada dekrik kembali ke UUD sebelumnya.

‘’Soekarno sangat anti demokrasi liberal. Bahkan sudah ditegasnya sejak tahun 1930 an, jauh  sebelum Indonesia merdeka.  Ia mengkritik sistem Demokrasi Parlementer yang dianggap tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia,’’ ujarnya.

 Presiden Soekarno mencetuskan konsep politik Nasakom (nasionalisme, Agama, dan Komunisme)  dengan maksud menyatukan perbedaan idiologi.  Gagasan Nasakom sebenarnya sudah  menjadi pemikiran Soekarno sejak 1927, jauh sebelum Indonesia merdeka. Soekarno  sempat menulis rangkaian artikel berjudul “Nasionalisme, Islam, dan Marxisme” dalam majalah Indonesia Moeda. Kader dan simpatisan PKI sangat cerdik memanfaatkan menjadi ruang  melakukan propaganda di mana-mana.

‘’PKI merasa mendapatkan kesempatan. Dia merasa punya kekuatan.  Didukung lagi dengan Nasakom,’’ tambahnya., Meski demikian, idiologi PKI terus mendapatkan perlawanan dari Kelompok Islam dan Tentara Nasional Indonesia seperti Nasution, Ahmad yani dan lain sebagainya.   selengkapnya

Pahlawan Revolusi & Banyak Umat Islam Yang Jadi Korban Pembantaian & Pembunuhan oleh PKI | #SPEAKUP – YouTube

1 komentar untuk “Anhar Gonggong : Partai Komunis di Manapun Selalu dengan Darah”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top