Eks Intelijen Sri Radjasa Ungkap Praktik Politik Sandera yang Saling Menguntungkan DPR dan Polri

whatsapp image 2026 02 02 at 10.06.27 (4)

JAKARTA – Mantan anggota intelijen senior, Kolonel  Inf.  (Purn)Sri Radjasa Candera, melontarkan kritik pedas terkait Keputusan DPR melalui Komisi III yang memutuskan kedudukan Lembaga Polri tetap  berada di bawah langsung Presiden tanpa melalui proses diskusi yang panjang. Bahkan Sri Radjasa mempertanyakan motif dibalik keputusan yang begitu cepat tanpa berdialog dengan tim komite reformasi kepolisian yang sekarang ini sedang intens mengkaji posisi kelembagaan  Polri.

Demikian ditegaskan Sri Radjasa saat tampil dalam podcast di kanal  YouTube  Abraham Samad Speak UP yang diunggah Sabtu 31/1/2026 kemarin.

‘’Sudah diatur jauh-jauh hari sebelumnya (sebelum rapat kerja antara Komisi III  DPR dan Polri bersama jajarann), sudah dikondisikan harga mati Polri harus di bawah Presiden langsung,’’ ungkap  Sri Radjasa

Sri Radjasa menyesalkan kinerja   DPR   bukannya optimal sebagai Lembaga pengawas,  check and balance. Sebaliknya DPR memperlihatkan kesan seolah bangga menjadi jubir Kapolri.

‘’Bayangkan selama rapat berlangsung tidak sedikitpun perdebatan mengapa Lembaga Kepolisian harus di bawah langsung Presiden. Atau setidaknya mengorek hasil kajian dari Komite Reformasi Polri bentukan Presiden,’’ ujar Sri dengan penuh tanya. Bahkan menurutnya informasi yang berkembang,  tim reformasi Kepolisian sebenarnya sudah ada hasil kajian yang siap dipublikasi. Dan hasilnya Polri bukan langsung di bawah Presiden. Sri Radjasa melihat DPR

 Sri Radjasa dengan gaya bahasa yang sederhana dan lugas  melihat hubungan antara legislatif dan korps Bhayangkara selama ini sudah tidak sehat dalam merawat demokrasi. Ia menyebut telah terjadi “simbiosis mutualisme” yang negative,   menjurus pada praktik  politik sandera  sekaligus balas budi antara kedua lembaga tersebut.  Hubungan yang seharusnya ditempatkan secara mulia dalam kerangka  pengawasan (check and balances). Tidak menggeser menjadi hubungan transaksional yang saling mengunci kepentingan.

1 komentar untuk “Eks Intelijen Sri Radjasa Ungkap Praktik Politik Sandera yang Saling Menguntungkan DPR dan Polri”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top