Faisal Assegaf: AS Frustrasi Kehabisan Rudal, Israel Manfaatkan Isu Iran untuk Gempur Gaza

whatsapp image 2026 05 18 at 10.15.13 (5)

GAZA – Eskalasi militer yang mempertemukan kekuatan rudal balistik Iran dengan superioritas udara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel belakangan ini diduga kuat membawa dampak ikutan (collateral impact) yang terencana. Krisis besar yang menyedot perhatian dunia ke wilayah Teluk dan perbatasan Iran disinyalir sengaja dimanfaatkan oleh Tel Aviv sebagai strategi tirai asap (smoke screen) untuk mengalihkan perhatian internasional dari operasi perluasan wilayah dan pembersihan etnis yang kian brutal di Palestina.

Dalam analisis tajam di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Jurnalis Senior dan Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, membongkar motif tersembunyi di balik pergeseran teater perang ini. Menurutnya, kegaduhan di Selat Hormuz dan pangkalan militer AS sengaja dibesar-besarkan agar agresi tanpa henti di Jalur Gaza lepas dari radar pengawasan global.

Taktik Tirai Asap: Memindahkan Sorotan Kamera Dunia

Ketika perhatian para pemimpin dunia, Dewan Keamanan PBB, hingga media-media arus utama internasional tersedot pada isu krisis energi global dan ancaman Perang Dunia III di tanah Parsi, situasi di Palestina justru memasuki fase yang paling mematikan.Tirai Asap Geopolitik: Agresi di Gaza berlanjut di bawah bayang-bayang konflik regional., AI generated

Tirai Asap Geopolitik: Agresi di Gaza berlanjut di bawah bayang-bayang konflik regional.. Source: Al Jazeera

Faisal Assegaf menilai beralihnya fokus pemberitaan internasional membuat pemerintah sayap kanan Benjamin Netanyahu leluasa mengeksekusi agenda-agenda militer radikal di Gaza dan Tepi Barat tanpa perlu takut mendapat kecaman masif.

“Konflik dengan Iran ini menjadi smoke screen atau pengalihan isu yang sangat efektif. Di saat dunia mengkhawatirkan rudal hipersonik Teheran atau nasib pangkalan militer AS, ribuan artileri terus menghujani pemukiman Palestina setiap harinya tanpa ada tekanan diplomatik yang berarti,” tegas Faisal Assegaf.

Dampak Ikutan di Palestina: Krisis Kemanusiaan yang Terlupakan

Akibat dari strategi pengalihan isu ini, kondisi riil di lapangan defensif Palestina kian memprihatinkan, diperparah oleh hilangnya ruang negosiasi kemanusiaan:

  • Stagnasi Bantuan Kemanusiaan: Fokus logistik internasional yang terbagi ke wilayah Teluk membuat jalur bantuan ke Gaza kian tersumbat, memicu kelaparan massal yang tidak lagi menjadi berita utama.
  • Perluasan Pemukiman Ilegal: Mengutip laporan dari lembaga pemantau independen, pembersihan wilayah di Tepi Barat justru meningkat tajam memanfaatkan kelengahan pengawasan PBB yang sibuk mengurus draf gencatan senjata AS-Iran.
  • Kebebasan Taktis Israel: Tanpa adanya sorotan kamera jurnalis internasional yang telah bergeser ke Teheran dan Washington, intensitas serangan udara di zona-zona aman Palestina justru dilaporkan mengalami lonjakan drastis.

Hukum Maritim Iran dan Pukulan Balik Ekonomi

Di sisi lain, Iran menolak tuduhan bahwa tindakan defensif mereka merupakan pemicu ketegangan. Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babai, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz berjalan di atas koridor hukum yang sah melalui Undang-Undang Pengelolaan Selat Hormuz.Blokade Sah: Patroli maritim Iran menegakkan undang-undang bea lintas di Selat Hormuz., AI generated

Blokade Sah: Patroli maritim Iran menegakkan undang-undang bea lintas di Selat Hormuz.. Source: rakyatpembaruan.com

Regulasi ini melarang total kapal militer dan logistik AS serta sekutunya untuk melintas, sekaligus menerapkan bea lintas bagi kapal komersial yang dananya disetor ke Bank Sentral Iran. Kebijakan ini sukses memukul balik ekonomi Barat dengan melonjaknya harga BBM di AS hingga USD 5 per galon, yang berdasarkan survei Washington Post, IPSOS, dan ABC News menjatuhkan approval rating Donald Trump hingga ke angka 26%.

Namun, Faisal Assegaf mengingatkan bahwa kemenangan taktis Iran di jalur laut dan hancurnya pangkalan AS seperti Al-Udeid di Qatar (berdasarkan laporan Al Jazeera) jangan sampai membuat dunia melupakan substansi utama konflik Timur Tengah, yaitu kemerdekaan Palestina.

1 komentar untuk “Faisal Assegaf: AS Frustrasi Kehabisan Rudal, Israel Manfaatkan Isu Iran untuk Gempur Gaza”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top