Israel Adalah ‘Anjing Liar’ yang Sengaja Dilepas untuk Mencaplok Timur Tengah

whatsapp image 2026 03 30 at 09.49.18 (4)

JAKARTA – Pengamat Hubungan Internasional, Pizaro Gozali Idrus, melontarkan metafora keras terkait peran Amerika Serikat dalam eskalasi konflik di Timur Tengah. Pizaro menyebut Israel saat ini bertindak sebagai “anjing liar” yang sengaja dilepaskan oleh administrasi Donald Trump untuk mengintimidasi dan mencaplok wilayah negara-negara Teluk serta menghancurkan pengaruh Iran di kawasan.

Dalam diskusi tajam di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Pizaro menilai tindakan agresif Israel, mulai dari genosida di Gaza hingga serangan ke fasilitas nuklir Iran, bukanlah inisiatif tunggal, melainkan bagian dari skenario besar Washington.

Instrumen Pencaplokan Wilayah

Menurut Pizaro, di balik dukungan militer tanpa batas dari AS, terdapat agenda perluasan wilayah yang ia sebut sebagai misi “Israel Raya” (Greater Israel). Ia menyoroti penunjukan tokoh pro-zionis seperti Mike Huckabee sebagai Duta Besar AS untuk Israel sebagai bukti nyata adanya dukungan terhadap klaim biblikal atas tanah Timur Tengah.

“Israel ini seperti anjing liar yang sengaja dilepaskan Trump untuk menggigit dan mencaplok negara-negara Teluk. Targetnya jelas: menghancurkan kedaulatan negara tetangga agar agenda ekonomi dan politik Amerika di kawasan tidak terhambat,” ujar Pizaro dengan lugas.

Provokasi dan Operasi Bendera Palsu

Pizaro juga memperingatkan adanya potensi operasi intelijen gelap untuk memecah belah persatuan dunia Islam. Ia menyebut adanya indikasi provokasi di mana serangan rudal dilakukan terhadap negara-negara Teluk, namun narasinya dibelokkan seolah-olah berasal dari Iran.

“Ada upaya untuk membenturkan dunia Arab dengan Iran. Tujuannya agar mereka saling menghancurkan. Jika kedua kekuatan besar ini habis, maka Israel akan semakin mudah mewujudkan misinya tanpa ada perlawanan berarti dari kawasan,” tambahnya.

Tantangan Bagi Negara-Negara Teluk

Lebih lanjut, jurnalis spesialis Timur Tengah ini menilai negara-negara Arab di bawah koordinasi Gulf Cooperation Council (GCC) kini berada di persimpangan jalan. Mereka mulai menyadari bahwa ketergantungan pada perlindungan AS justru membawa mereka ke jurang konflik yang lebih dalam.

“Negara-negara Teluk harus sadar bahwa mereka sedang ‘dijorokin’ untuk bertempur. Tidak ada insentif atau perlindungan nyata dari AS ketika wilayah mereka mulai terancam oleh eskalasi ini. Ini adalah momentum bagi mereka untuk memisahkan diri dari dominasi Washington,” jelas Pizaro.

Kritik terhadap Hukum Internasional

Pizaro menutup analisisnya dengan kegusaran terhadap lumpuhnya hukum internasional. Ia menilai AS telah menggunakan hak veto dan kekuatan militernya untuk membiarkan “anjing liar” tersebut beroperasi di luar batas kemanusiaan tanpa adanya konsekuensi hukum yang berarti dari PBB.

“Dunia sedang menyaksikan hukum rimba. Jika agresi brutal ini terus dibiarkan tanpa mandat internasional, maka tatanan dunia yang kita kenal sudah berakhir,” pungkasnya.

1 komentar untuk “Israel Adalah ‘Anjing Liar’ yang Sengaja Dilepas untuk Mencaplok Timur Tengah”

Tinggalkan Balasan ke someone Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top