BOGOR – Menjaga lingkungan di kawasan perkotaan sering kali terbentur pada sikap apatis masyarakatnya. Namun, stigma individualis khas masyarakat urban tampaknya tidak berlaku di Perumahan Bogor View 2, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Warga di sini punya cara sendiri untuk merawat bumi sekaligus merawat kebersamaan.
Bagi mereka, jargon “Selamatkan bumi, warga sehat, dan hidup rukun” bukan sekadar pemanis spanduk, melainkan napas keseharian yang dipraktikkan langsung di lapangan.
Kompleks perumahan ini belakangan memang gencar mengampanyekan gerakan hijau dari hulu. Mulai dari edukasi pemilahan sampah langsung dari dapur rumah, gerakan sedekah botol plastik bekas, hingga pembuatan biopori untuk mengurai sampah organik. Hebatnya, urusan lingkungan ini tidak dikerjakan dengan kaku atau penuh paksaan, melainkan dibalut dengan kegiatan sosial yang menyenangkan.
Setiap dua minggu sekali, warga rutin menggelar senam bersama. Menariknya, momen olahraga ini tidak cuma jadi ajang bakar kalori, tapi juga dirangkaikan dengan fasilitas cek kesehatan gratis bagi warga yang hadir.
Ketua RT 5/RW 12 Perumahan Bogor View 2, Yusra, mengaku sangat bersyukur dengan modal sosial berupa kerukunan warga yang terawat dengan baik selama ini. Menurutnya, mustahil program lingkungan bisa sukses tanpa adanya partisipasi aktif dan rasa saling percaya antarwarga. Kerukunan inilah yang menjadi bahan bakar utama penggerak seluruh program di kompleks tersebut.
“Senam dua mingguan ini sebenarnya salah satu wadah taktis biar warga tetap guyub. Saat silaturahmi terjalin di lapangan, di situlah momen santai bagi kami untuk saling bertukar ide, berdiskusi, bahkan menyampaikan aspirasi langsung demi kenyamanan lingkungan bersama,” ujar Yusra.
Apa yang terjadi di Bogor View 2 menunjukkan sebuah tesis penting dalam sosiologi perkotaan: bahwa penyelesaian masalah lingkungan kota, sekompleks apa pun itu, selalu dimulai dari komunikasi yang sehat di tingkat rukun tetangga. Ketika warga sudah kompak dan bahagia, urusan memilah sampah pun berubah menjadi sebuah kesadaran, bukan lagi beban.







