Ketum Projo Pilih Gerindra Untuk Perlindungan Atau  Jokowi Sudah Tidak Menarik ?

copilot 20251103 094557

Jakarta –  Entah motif  atau misi apa yang sedang dimainkan oleh Budi Arie Setiadi, Sang Ketua Umum Projo . Di hadapan para simpatisan organisasi Projo , Budi Arie   tampil memberi sambutan sebagai Ketua Umum tiba – tiba saja   memberi sinyal dirinya sedang mempertimbangkan suatu waktu akan bergabung dengan salah satu partai politik.  Dan menariknya, partai politik yang diincar Arie  bukannya PSI yang selama ini dikenal menjadi partai yang banyak menampung keluarga dan pendukung Jokowi, melainkan Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto?

Bukan hanya sinyal akan bergabung ke Partai Gerindra, Budi Arie yang baru saja kembali terpilih sebagai Ketua Umum Projo untuk periode 2025-2030 memberi sinyal juga akan mengganti logi Projo. Seperti dikutip di media Detik.com,  Budi Arie menjelaskan nantinya logo Projo tidak lagi menggunakan wajah Jokowi. Ia menegaskan perubahan logo ini menjadi langkah transformasi organisasi sekaligus penegasan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu.

Sikap Budi Arie memantik spekulasi  beragam di publik.  Sebagian ada yang menilai Budi Arie sedang berusaha mencari perlindungan dirinya  dengan sejumlah kasus yang sedang dikait-kaitkan dengan dirinya. Apalagi  sekarang ini sudah terlempar dalam jajaran kabinet setelah Prabowo melakukan reshuffle beberapa bulan lalu.  

Sementara itu,  Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi K urnia Syah  seperti  dikutip di Kompas.com, menilai  salah satu alasan yang menjadi  Budi Arie  lebih memilih Gerindra  ada kaitan dengan sosok mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dianggapnya tidak lagi terlalu menarik. Daya tarik Jokowi yang menurun serta lemahnya posisi politik PSI, nilai Dedi, menjadi salah satu faktor Budi memilih Gerindra.

 “Jokowi sendiri tidak lagi menarik karena bukan penguasa, posisi Gibran (Gibran Rakabuming Raka) juga tidak berpengaruh, ini juga yang membuat PSI tidak cukup menarik bagi politisi pragmatis seperti Budi Arie, loyalitasnya bukan faktor Jokowi, melainkan soal untung rugi,” kata Dedi kepada Kompas.com, Minggu (2/11/2025).

Memang Budi Arie tidak akan meninggalkan Jokowi. Dalam sambutannya malah tegas menyebut kehadiran Projo tidak bisa lepas dengan Jokowi selama 10 tahun berkuasa.  Karenanya ia tegas meminta publik agar tidak memframing bahwa Projo putus hubungan dengan Jokowi.


“Perkembangan berita ini seolah-olah disampaikan terkesan Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan diframing. Projo ini lahir karena ada Pak Jokowi,” kata Budi dalam pidatonya saat pelaksanaan kongres ke-3 Projo di Jakarta, Minggu (2/11).


2 komentar untuk “Ketum Projo Pilih Gerindra Untuk Perlindungan Atau  Jokowi Sudah Tidak Menarik ?”

Tinggalkan Balasan ke somebody Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top