JAKARTA — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan penjelasan komprehensif dan rinci di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait polemik foto yang terpampang pada dokumen ijazah S-1 miliknya. Di hadapan majelis hakim, jaksa, serta para terdakwa, Jokowi menjawab tuntas berbagai spekulasi mengenai keaslian foto wisuda, termasuk menjawab tudingan kubu pencari keadilan tandingan yang kerap menyamakan foto ijazahnya dengan sosok lain.
Berikut adalah poin-poin penting dan penuturan lengkap Jokowi saat menguliti polemik foto ijazahnya:
1. Bantah Isu Foto Dumatno Budi Utomo: “Saat Saya Lulus, Dia Masih 8 Tahun”
Salah satu sorotan utama dalam persidangan adalah ketika Jokowi menjawab tudingan bahwa foto yang ada di dalam ijazahnya bukanlah wajah dirinya, melainkan milik seseorang bernama Dumatno Budi Utomo—yang sebelumnya sempat dihadirkan sebagai saksi dalam rangkaian sidang kubu terdakwa.
Secara terbuka, Jokowi mengakui dan mengonfirmasi siapa sosok Dumatno tersebut, namun sekaligus mematahkan narasi miring yang beredar:
- Hubungan Keluarga: Jokowi membenarkan bahwa Dumatno Budi Utomo adalah kerabatnya, yakni sepupu jauh yang memiliki ikatan keluarga dari jalur kakek buyut yang sama.
- Perbedaan Usia yang Jauh: Dengan tegas, Jokowi membantah jika foto masa mudanya disamakan atau tertukar dengan Dumatno. Jokowi menjelaskan bahwa rentang usia di antara mereka terpaut jauh. Saat Jokowi menyelesaikan pendidikan sarjananya (lulus dari UGM pada tahun 1985), Dumatno usianya masih sangat kecil, yakni baru menginjak 8 tahun.
“Bagaimana mungkin foto anak usia 8 tahun disamakan dengan foto mahasiswa yang lulus kuliah?” ungkap Jokowi meluruskan argumen di persidangan.
2. Pengakuan Detail: Dulu Berkumis Tipis dan Pakai Kacamata
Menjawab cecaran pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun penasihat hukum terkait perbedaan visual antara wajahnya saat menjabat presiden dengan foto di lembar ijazah masa kuliah, Jokowi memberikan penjelasan yang sangat spesifik.
Jokowi mengakui bahwa pada masa penulisan dan penerbitan ijazah S-1 Fakultas Kehutanan UGM tersebut, penampilan fisiknya memang berbeda dengan penampilannya di era kepresidenan:
- Memakai Kacamata: Jokowi mengonfirmasi bahwa dalam rentang masa kuliah dan sekitar periode kelulusannya, ia adalah seorang pengguna kacamata.
- Memelihara Kumis: Selain kacamata, Jokowi juga mengakui bahwa dirinya pada masa muda kerap tampil dengan kumis tipis.
Kombinasi gaya rambut, kumis tipis, serta kacamata inilah yang menurutnya membuat sebagian pihak keliru atau sengaja mencocok-cocokkan visual masa mudanya dengan orang lain.
3. Kendala Arsip Pribadi: Tidak Membawa Foto Pembanding Lama
Meskipun memberikan penjelasan yang detail secara lisan di bawah sumpah, Jokowi turut mengakui secara terbuka bahwa dirinya tidak membawa arsip foto-foto pribadi zaman dulu (seperti album foto fisik semasa kuliah) yang menampilkan dirinya secara berdampingan dengan atribut kacamata dan kumis tersebut ke ruang sidang.
Kendati demikian, Jokowi menekankan bahwa keabsahan dokumen tidak bisa hanya diuji dari cocoklogi foto sekilas, melainkan dibuktikan melalui lembaran fisik dokumen resmi negara yang diterbitkan langsung oleh institusi pendidikan tinggi berwenang—yang pada hari itu dibawanya secara langsung untuk ditunjukkan di muka sidang.
Sidang Dilanjutkan Pukul 13.00 WIB
Penjelasan mendalam dari Jokowi ini menjadi salah satu materi krusial sebelum majelis hakim menskors sementara sidang pada siang hari. Keterangan perihal identitas Dumatno Budi Utomo dan karakteristik fisik masa lalu ini diprediksi akan menjadi bahan perdebatan sengit dalam agenda pemeriksaan silang (cross-examination) lanjutan pada pukul 13.00 WIB antara JPU, Majelis Hakim, dan Tim Kuasa Hukum kubu Roy Suryo.


