JAKARTA – Wartawan senior sekaligus inisiator gerakan Bongkar Ijazah Jokowi (Bon Jowi), Lukas Luwarso, menegaskan pentingnya kehadiran Presiden ke-7 Joko Widodo dan mantan Rektor UGM Pratikno dalam persidangan sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) mendatang. Kehadiran keduanya dinilai krusial sebagai saksi fakta untuk mengakhiri misteri dan kontroversi seputar keabsahan ijazah Jokowi.
Demikian ditegaskan saat tampil dalam diskusi ekslusif membahas sidang kasus ijazah Jokowi di kanal you tube Abraham Samad Speak yang diunggap Kamis 15/1/2026.
Dalam diskusi tersebut, Lukas membeberkan strategi Bon Jowi dalam persidangan mendatang akan meminta Majelis Komisioner KIP untuk memanggil para tokoh kunci gtersebut agar bisa memberikan kesaksian langsung di persidangan.
“Kita akan mengundang Jokowi sebagai saksi fakta. Pratikno juga sebagai saksi fakta untuk menjelaskan mengapa UGM berperilaku seperti sekarang. Kesaksian mereka sangat penting,” ujar Lukas Luwarso
Menguji Nyali Jokowi
Lukas menilai kehadiran Jokowi secara langsung akan menjadi bukti keberanian dan transparansi seorang pemimpin. Ia menantang Jokowi untuk konsisten dengan ucapannya yang pernah menjanjikan akan hadir dalam persidangan terkait ijazahnya.
“Jika memang punya nyali dan merasa benar memiliki ijazah asli, dia mesti datang. Ini adalah forum untuk menegaskan kebenaran, bukan sedang mempersoalkan kebohongan semata,” tegasnya [
Selain Jokowi, Pratikno dianggap sebagai sosok kunci karena perannya sebagai mantan Rektor UGM. Lukas menduga ada pengaruh Pratikno di balik sikap tertutup UGM selama proses persidangan. Kehadiran Pratikno diharapkan dapat mengklarifikasi berbagai kejanggalan administratif, seperti regulasi foto ijazah berkacamata hingga proses legalisir yang dinilai tidak konsisten
Bukan Hanya Jokowi, Partai Pengusung Juga Dipanggil
Tak hanya dua tokoh tersebut, Lukas juga menyinggung kemungkinan untuk mengundang pihak partai pengusung, dalam hal ini Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto dinilai memiliki informasi terkait proses pendaftaran Jokowi saat mencalonkan diri, yang tentu melibatkan verifikasi dokumen ijazah.
“Ada usulan untuk mengundang Hasto. Jika dia ingin membuka kebenaran, mestinya dia bersedia hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi saat proses pendaftaran dulu,” kata Lukas.
Selain Jokowi dan Pratikno, Lukas juga menjelaskan Bon Jowi sudah membangun komunikasi para ahli yang akan diajukan dalam persidangan nanti. Mereka adalah, Dr. Maruarar Siahaan (mantan Hakim MK), Prof Ryas Rasyid mantan Dirjen dalam negeri sekaligus mantan Rektor IPDN, Yulianto mantan Komisioner KIP.
Taruhan Masa Depan Demokrasi
Lukas Luwarso menutup pandangannya dengan mengingatkan bahwa sidang di KIP ini bukan sekadar urusan ijazah, melainkan taruhan bagi masa depan demokrasi Indonesia. Ia berharap persidangan ini dapat membongkar “rezim ketertutupan” yang selama ini dipraktikkan oleh badan publik seperti UGM dan KPU.
“Sidang ini akan menjadi taruhan. Apakah demokrasi yang menang, atau rezim kerahasiaan dan otokrasi yang menang? Rakyat jangan membiarkan politikus merusak tata aturan negara ini,” pungkasnya




emang ga punya nyali