JAKARTA – Komedian senior Dedi “Miing” Bagito menyampaikan pembelaan keras terhadap kebebasan berekspresi para seniman dan komika di Indonesia. Dalam wawancara terbaru di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Miing menegaskan bahwa kritik yang disampaikan melalui medium seni pertunjukan, termasuk stand-up comedy, tidak seharusnya berujung pada kriminalisasi.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas polemik pertunjukan “Mens Rea” milik Pandji Pragiwaksono yang sempat diancam akan dilaporkan ke pihak kepolisian.
‘’Ini bukan membela Panji pribadi. Ini soal seni, kebudayaan dan demokrasi,’’ ujarnya
Seni sebagai Katarsis Rakyat
Miing menjelaskan bahwa panggung seni adalah ruang sakral bagi demokrasi. Menurutnya, komedi bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen kontrol sosial yang lahir dari kegelisahan masyarakat.
“Kalau orang tertawa saat Pandji bicara, itu karena ada kebenaran di sana. Karena mereka (penonton) merasa terwakili perasaannya (emosinya) selama ini,’’ ujarnya sembari menambahkan komedi itu adalah katarsis. Jangan sampai orang yang bicara jujur lewat seni justru dibungkam dengan pasal-pasal pidana. Dan kalau bicara pidana ujungnya adalah bui.
Miing juga menyoroti fenomena mudahnya seseorang atau kelompok melaporkan seniman ke polisi. Ia menilai bahwa penggunaan instrumen hukum untuk membungkam kritik adalah tanda kemunduran demokrasi.
“Jika kritik dalam pertunjukan seni dipenjarakan, maka negeri ini akan kering. Demokrasi membutuhkan keberanian untuk mendengar, bukan keberanian untuk melapor,” tegas tokoh grup lawak Bagito ini.
Miing berharap masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi komedi satir. Jangan bunuh kreativitasnya dengan ketakutan. Biarkan seniman menjadi cermin bagi pemerintah dan masyarakat, meski terkadang bayangan di cermin itu terlihat pahit.
Media asaindonesia.id akan terus menyajikan informasi yang cepat, akurat sebagai hak bagian dari hak asasi publik. Media asaindonesia.id menerima tulisan, saran, kritik, sanggahan berita melalui hak jawab atas setiap pemberitaan, melalui alamat yang tertera




seni adalah kehidupan