Mojtaba Khamenei Sosok Pemimpin Iran yang Ganas, Siap Tempur Habis Habisan Lawan Amerika-Israel

whatsapp image 2026 03 13 at 10.38.44 (1)

TEHERAN – Peta geopolitik Timur Tengah resmi memasuki fase paling krusial. Dewan Tinggi Ulama Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatullah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Langkah ini dipandang sebagai lonceng peringatan bagi Barat; Iran kini dipimpin oleh sosok yang jauh lebih radikal, agresif, dan tak kenal kompromi.

Pengamat Intelijen Timur Tengah, Ridwan Hamid, dalam podcast di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP baru-baru ini, membedah mengapa suksesi ini menjadi mimpi buruk bagi poros Amerika Serikat dan Israel.

Gagal Total Skenario CIA dan Mossad

Menurut Ridwan, terpilihnya Mojtaba adalah bukti telak kegagalan intelijen Mossad dan CIA. “Awalnya, mereka berharap kematian Ali Khamenei akan memicu revolusi pro-Barat atau munculnya pemimpin moderat yang bisa diajak kompromi. Realitanya? Rakyat Iran justru memenuhi jalanan dengan sentimen anti-Amerika, dan penggantinya justru sosok yang jauh lebih keras,” tegasnya.

Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei memiliki latar belakang intelijen taktis di bawah paramiliter IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). Ia bukan sekadar pemimpin spiritual, melainkan “arsitek” di balik program pengayaan uranium nuklir Iran yang sangat diawasi dunia.

Strategi “Mozaic Defense”: Melawan dari Segala Penjuru

Menghadapi ancaman agresi militer, Ridwan mengungkapkan bahwa Iran telah mematangkan strategi “Mozaic Defense”. Strategi ini memecah kekuatan pertahanan Iran menjadi 31 divisi independen yang tersebar di seluruh wilayah.

“Setiap divisi memiliki peluncur rudal dan unit drone sendiri. Artinya, jika pusat komando di Teheran dilumpuhkan sekalipun, divisi-divisi di daerah tetap bisa menyerang balik secara mandiri. Iran tidak akan bisa dipenggal hanya dengan menyerang satu titik,” jelas Ridwan.

Rudal Mach 10 dan Dukungan Satelit Rusia-Tiongkok

Kekuatan ofensif Iran juga disebut kian mengerikan dengan peluncuran rudal balistik terbaru, Hamsaran 4. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 10 (20.000 km/jam). Dengan daya ledak dan kecepatan tersebut, Teheran hanya butuh waktu kurang dari 7 menit untuk menghantam Tel Aviv.

Tak sendirian, Ridwan mencium adanya sokongan data koordinat satelit dari dinas intelijen Rusia (FSB) dan Tiongkok (MSS). Dukungan ini memungkinkan Iran membidik titik pertahanan lawan secara presisi di kawasan Qatar, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab.

Blokade Selat Hormuz: Kiamat Minyak untuk AS

Di bawah kepemimpinan Mojtaba, Garda Revolusi Iran kian tegas dalam diplomasi energi. Mereka mengeluarkan peringatan keras bahwa selama Selat Hormuz ditutup sebagai respon atas konflik, maka “tidak akan ada satu liter minyak pun” yang diizinkan mengalir ke Amerika Serikat.

Pesan Teheran kini jelas: Iran di bawah Mojtaba Khamenei tidak sedang bersiap untuk bertahan, melainkan siap untuk memenangkan perang.

Sumber : Pengamat Intelijen: Mojtaba Khamenei Berikrar Memenangkan Perang Melawan AMERIKA-ISR43L | #SPEAKUP – YouTube

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top