JAKARTA — Keputusan perombakan kabinet (reshuffle) yang berujung pada perantian posisi Purbaya dinilai sebagai langkah politik dangkal yang tidak menyentuh akar krisis ekonomi nasional. Penggantian figur di kursi menteri tersebut dipandang sekadar tindakan kosmetik untuk meredam kegelisahan publik tanpa membongkar persoalan sistemik yang ada.
Dalam diskusi kritis yang ditayangkan melalui kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, jurnalis senior Lukas Luwarso menilai perombakan pejabat di sektor ekonomi tersebut tak ubahnya sekadar mengoleskan “balsem” pada luka luar, sementara penyakit utama perekonomian negara berada di tingkat yang jauh lebih berbahaya.
Balsem Permukaan di Tengah Kanker Ekonomi
Lukas menegaskan bahwa persoalan utama perekonomian Indonesia saat ini bukanlah semata-mata urusan performa individu pejabat, melainkan kekacauan tata kelola dan struktur ekonomi yang sudah rapuh.
“Penggantian pejabat seperti ini cuma balsem pereda sementara di permukaan. Masalah dasarnya adalah kanker ekonomi yang tetap dibiarkan ada dan menggerogoti dari dalam,” tegas Lukas Luwarso dalam tayangan di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
Ancaman “kanker ekonomi” tersebut merujuk pada persoalan mendasar yang selama ini terus dibiarkan—mulai dari ketimpangan fiskal, tingginya beban utang, kebocoran anggaran, hingga cengkeraman oligarki dalam penentuan arah kebijakan publik. Penggantian menteri tanpa reformasi skema kebijakan dinilai tidak akan membawa perubahan substantif bagi kesejahteraan rakyat.
Soroti Sikap Intelektual Rocky Gerung
Tak hanya mengritik kebijakan perantian menteri, Lukas Luwarso dalam forum yang dipandu Abraham Samad tersebut juga melayangkan sentilan tajam terhadap pengamat politik Rocky Gerung. Ia menilai narasi pembenaran yang dilontarkan Rocky terkait perombakan kabinet ini terkesan melupakan prinsip daya kritis yang selama ini digaungkannya.
Lukas menyayangkan pandangan Rocky yang dinilainya mendukung secara “buta” pergantian figur politik di lingkaran kekuasaan, tanpa membedah secara mendalam persoalan struktural ekonomi yang sedang dihadapi bangsa.
Ancaman Krisis Berlanjut
Perantian posisi Purbaya ini kembali membuktikan bahwa pemerintah masih terjebak pada pola penyelesaian masalah secara instan dan berorientasi pada kompromi politik (political show).
Dalam tayangan di kanal Abraham Samad SPEAK UP tersebut disimpulkan bahwa jika reformasi ekonomi secara mendasar terus ditunda dan pejabat baru hanya melanjutkan skema kebijakan lama, ancaman krisis ekonomi nasional dipastikan akan terus membayangi masyarakat luas di masa mendatang.



