JAKARTA — Pakar peradaban Iran sekaligus Guru Besar Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Khalid Al-Walid, mengungkapkan bahwa Iran saat ini memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Jalur perairan sempit yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia tersebut kini mengubah konstelasi strategis dan mempertegas kebuntuan militer Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya di kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Khalid Al-Walid dalam wawancara di program podcast yang dipandu oleh mantan Ketua KPK Periode 2011-2015 Abraham Samad dan ditayangkan melalui kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
Menurut analisisnya, penguasaan mutlak atas titik strategis (chokepoint) ini tidak hanya melumpuhkan pasokan migas internasional, melainkan juga membongkar kerentanan strategi militer konvensional AS di hadapan doktrin perang asimetris Iran.
1. Anatomi Perimbangan Militer: Konvensional vs. Asimetris
Di atas kertas, Angkatan Laut dan Udara AS memiliki keunggulan teknologi. Namun, kondisi geografis Selat Hormuz yang relatif sempit mengubah keunggulan tersebut menjadi jebakan taktis bagi armada tempur Barat.
- Lumpuhnya Sistem Radar dan Navigasi AS: Prof. Khalid menyebut serangan presisi Iran terhadap pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Arab Saudi telah menghancurkan sistem radar utama. Dampaknya, jet-jet tempur canggih AS terpaksa beroperasi tanpa panduan navigasi darat yang optimal.
- Penggunaan Rudal Generasi Baru: Peluncuran varian rudal balistik bermanuver (seperti varian Khorramshahr) serta rudal berdaya ledak dahsyat yang sulit diintersepsi oleh sistem pertahanan udara Barat mengejutkan pengamat militer internasional dan Israel.
- Kerugian Logistik dan Alutsista Mahal: Pengoperasian armada kapal induk, jet F-35, F-16, hingga drone canggih MQ-9 Reaper memakan biaya sangat tinggi, sementara serangan balasan Iran justru melumpuhkan infrastruktur pertahanan lawan secara efisien.
2. Dilema Taktis Invasi Darat: Taruhan Berisiko Tinggi di Pulau Kharg
Prof. Khalid Al-Walid menyoroti wacana opsi operasi darat AS ke Pulau Kharg—pusat terminal ekspor migas utama Iran—sebagai pertaruhan berbiaya sangat tinggi (high-cost gamble).
- Akses Udara dan Laut yang Terisolasi: Untuk menjangkau Pulau Kharg, militer AS terhalang jangkauan sistem pertahanan udara (seperti S-300 dan sistem pertahanan domestik Iran) di kawasan pesisir Bandar Abbas.
- Tingginya Militansi dan Risiko Korban: Operasi invasi membutuhkan setidaknya beberapa batalyon pasukan lintas udara atau amfibi. Langkah ini sangat berisiko memicu jatuhnya ribuan korban di pihak prajurit AS akibat tingginya militansi pertahanan udara Iran serta kesiapan warga lokal di pulau tersebut.
“Iran masih menguasai Selat Hormuz. Sampai sekarang ini kan Amerika tidak bisa kemudian mengintersep Selat Hormuz ini… Ada kemungkinan dia akan menerjunkan melakukan proses invasi darat ke Pulau Kharg, ini pulau salah satu yang menjadi sumber minyak dan gas Iran. Tapi untuk menaklukkan pulau ini kan tidak mudah juga… Dia harus menurunkan pasukan, dia perlu ribuan tentara untuk penguasaan itu, dan itu sangat riskan.”
— Prof. Dr. Khalid Al-Walid (Sumber: Abraham Samad SPEAK UP)
3. Dampak Geopolitik: Tekanan Sistemik pada Negara-Negara Teluk
Eskalasi di Selat Hormuz menciptakan efek domino yang langsung menghantam perekonomian dan keamanan domestik negara-negara kawasan Teluk (Gulf Cooperation Council).
| Sektor / Kawasan | Dampak Strategis Penguasaan Selat Hormuz |
| Krisis Energi Global | Pemblokiran dan ketidakmampuan intersensi Selat Hormuz menghentikan ekspor minyak, memicu ancaman krisis energi dan kelumpuhan ekonomi. |
| Krisis Air Bersih Vital | Hancurnya fasilitas pengolahan air laut (desalination plant) akibat dampak perang memicu kelangkaan air bersih akut di negara seperti Kuwait. |
| Pergeseran Sikap Politik | Pemimpin negara Teluk (seperti Qatar dan Arab Saudi) secara mendesak menelepon Washington agar segera menghentikan konfrontasi militer demi mencegah kehancuran kawasan. |




We stumbled over here coming from a different website and thought I
might check things out. I like what I see so now i am following you.
Look forward to checking out your web page for a
second time.
Hey very interesting blog!
Hi, after reading this amazing paragraph i am too happy to share
my familiarity here with friends.